Sudah Tahu Cara Memegang Kamera yang Benar? Yuk Pelajari di Sini

Ada banyak tujuan seseorang membeli kamera, baik hanya untuk sekedar membuat dokumentasi pribadi, maupun untuk mendalami bidang fotografi. Terlepas dari itu semua, penggunaan kamera juga menjadi hal yang harus diperhatikan dengan baik. Menggunakan kamera dengan cara yang tidak benar, bisa berpengaruh pada hasil jepretan yang kurang bagus. Berikut ini cara memegang kamera secara tepat yang bisa kamu praktekkan saat memotret gambar.

Tips Memegang Kamera Secara Tepat

Pixabay.com

  1. Bagian Siku Menekan Tubuh

Mungkin tampak sepele mengenai posisi tubuh terutama bagian siku saat menggunakan kamera. Namun, kondisi ini ternyata memiliki pengaruh yang cukup penting terhadap hasil gambar pada kamera tersebut. Sebaiknya siku menekan tubuh untuk membuat kamera lebih dekat dengan tubuh pada saat memotret. Caranya yaitu dengan tangan kiri memegang body kamera, sembari jari jari memegang grip zoom lensa.

Sedangkan bagian tangan kanan memegang shutter kamera serta bertugas melakukan pengaturan pada kamera. Kedua siku menekan tubuh, sehingga tumpuan akan berada di badan. Posisi ini akan sangat membantu agar kamera tidak banyak goyang. Pastikan untuk memegang dengan erat, agar lebih mudah memandu mata pada objek yang akan dipotret.

  1. Menggunakan Lengan Kiri Sebagai Tumpuan

Kamu juga bisa menggunakan lengan kiri sebagai tumpuan, agar posisi kamera tidak berguncang ketika sedang memotret. Cara memegang kamera dilakukan dengan tangan bagian kanan menggenggam kamera, sedangkan jari telunjuk tangan kanan untuk shutter. Jari jari yang lain bertugas memegang dengan kuat body kamera. Dan posisi tangan kiri horizontal digunakan sebagai tumpuan lensa kamera.

Teknik ini sangat tepat digunakan ketika kamu menggunakan speed lambat, misalnya untuk memotret landscape. Namun, untuk perekaman video, teknik ini kurang tepat dilakukan, karena hasil rekaman tidak stabil akibat guncangan pada kamera. Saat menggunakan teknik ini, jangan lupa untuk selalu mengalungkan kamera pada leher, untuk mencegah jika nantinya secara tiba tiba posisi tubuh tidak stabil, sehingga kamera tidak sampai terlepas jatuh.

  1. Menggunakan Siku Sebagai Tumpuan

Teknik ketiga yaitu menggunakan siku sebagai tumpuan berat body dan lensa kamera. Caranya dengan tangan kiri memegang lensa serta jari jarinya berada pada ulir lensa. Sedangkan tangan kanan memegang shutter dan bertugas untuk melakukan setting pada kamera. Dengan demikian, kedua tangan sama sama memegang body kamera dengan posisi di bawah kamera.

Cara memegang kamera ini, biasanya digunakan untuk mengambil gambar yang berdiri ke atas. Jika hanya menggunakan tangan kiri saja sebagai tumpuan kamera, tangan kanan memegang body kamera pada bagian atas.maka cara menggunakan kamera dinilai kurang tepat. Sayangnya, kesalahan ini sering saja dilakukan bahkan oleh fotografer profesional sekalipun.

  1. Memasang Kuda Kuda

Jika terlintas istilah memasang kuda kuda pastinya kamu akan tertuju pada seni bela diri. Namun, penggunaan kamera ternyata juga harus memasang kuda kuda. Caranya cukup mudah, yaitu dengan melebarkan kaki saat melakukan pemotretan. Hal ini bertujuan untuk menambah kestabilan, sehingga badan tidak mudah goyang. Hindari merekatkan kedua kaki saat mengambil gambar dengan kamera.

  1. Menggunakan Tumpuan Kaki

Ada kalanya kamu harus menggunakan tumpuan kaki, yaitu saat memotret objek dengan posisi yang lebih rendah. Agar gambar yang dihasilkan lebih ciamik, maka kamu bisa menggunakan memotret dengan jongkok maupun duduk. Cara memegang kamera sama yaitu menggunakan kedua tangan. Hanya saja, tumpuan berpindah ke kaki. Jangan sampai duduk sambil menyelonjorkan kaki ke arah depan saat memotret, sehingga tumpuan justru beralih di bagian pantat.

Tentunya hal ini bisa menyebabkan kamera mudah goyang, sehingga kamera yang dihasilkan kurang tajam. Saat menggunakan tumpuan kaki, maka posisi siku siku tangan berdekatan menempel dan menekan kaki, sehingga kamera menjadi lebih stabil. Dengan demikian, kamu bisa lebih fokus pada objek di depan, tanpa perlu khawatir posisi kamera yang akan berubah.

  1. Menggunakan Benda di Sekitar untuk Menambah Kestabilan

Pixabay.com

Tidak ada salahnya untuk memanfaatkan setiap benda yang ada di sekitarmu saat melakukan pemotretan. Akan lebih mudah jika misalnya kamu mengambil gambar saat berada di ruangan, sehingga kamu bisa menempelkan badan pada dinding atau meja di sekitarnya. Dengan demikian, tubuhmu akan lebih stabil saat mengambil gambar, serta dapat mengurangi tangan yang ngeshake.

Jika memang kondisinya berada di luar ruangan, maka kamu bisa memanfaatkan pohon, tiang listrik ataupun benda yang lain, menyesuaikan dengan kondisi pemotretan. Cara memegang kamera dengan menggunakan benda lain yang tidak bergerak sebagai tumpuan dinilai lebih efektif, jika dibandingkan dengan menggunakan tubuh saat memotret objek.

  1. Memegang Kamera Saat Posisi Tiarap

Teknik selanjutnya yaitu saat posisi objek cukup rendah, atau kamu ingin memberikan kesan objek yang tampak lebih tinggi, dengan mengambil gambar saat tiarap. Mungkin posisi ini cukup sulit, karena kondisi kamera yang kurang stabil sehingga menyebabkan gambar blur. Untuk mengatasi hal tersebut, maka hindari merenggangkan kedua siku saat menggunakan kamera.

Merenggangkan kedua siku saat memotret dalam kondisi tiarap, akan menyebabkan tumpuan berpindah pada badan. Sedangkan, badan bisa saja bergetar jika kamu melakukan pemotretan terlalu lama. Selain itu kamu akan kesulitan melakukan pemotretan, karena kamera yang mengalami guncangan. Dengan demikian, gambar yang dihasilkan menjadi kurang bagus.

  1. Mengatur Nafas

Pengaturan nafas juga harus diperhatikan saat mengambil gambar dengan kamera. Misalnya saja setelah berlari lari seharian, biasanya kamu akan mengeluarkan nafas secara cepat dibandingkan saat berjalan santai. Kondisi ini hampir sama saat kamu mengambil gambar dengan kamera. Saat nafas tidak teratur, maka cara memegang kamera tidak dapat dilakukan dengan seimbang.

Hal ini bisa menyebabkan gambar yang dihasilkan menjadi kurang maksimal. Selain itu, jangan sampai nafas yang kamu keluarkan menimbulkan bekas pada kamera, yang dapat menghalangi saat melakukan pemotretan. Akan lebih baik jika kamu menggunakan kamera canon yang sudah dilengkapi dengan cara mengoperasikannya, sehingga kamu tinggal download Canon Instruction manual, sebelum menggunakan kamera tersebut.

Ternyata menggunakan kamera memang tidak mudah dan membutuhkan teknik teknik khusus. Beberapa teknik di atas dapat disesuaikan dengan kondisi saat pemotretan dan posisi objek akan dipotret. Pastikan juga memilih posisi yang senyaman mungkin, agar kamu lebih leluasa saat mengambil gambar. Sudah siap mencoba beberapa cara menggunakan kamera di atas?