Cheung!

Unlocking the Arsenal: Explore Military Technology

Fasciola Hepatica atau yang lebih akrab disebut sebagai cacing hati merupakan anggota Trematoda dari filum Platyhelminthes. cacing ini memiliki panjang dari 2,5 cm hingga 3 cm dengan tubuh yang ditutupi oleh sisik kecil dari kutikula, yang berfungsi untuk melindungi tubuh serta untuk membantu cacing bergerang. Daur hidup Cacing hati biasanya terjadi di tubuh inang perantara, seperti siput atau hewan ternak. Untuk informasi lebih lanjut, yuk simak ulasan ini.

Karakteristik Fasciola Hepatica

Cacing ini merupakan hewan yang hemafrodit, yakni dimana ia akan berkembang biak dengan cara melakukan pembuahan sendiri atau silang. Pada cacing jantan akan memiliki sepasang kelamin testis dan juga penis. Dimana testis tersebut akan bercabang cabang yang terletak di bagian tengah tubuhnya. Sedangkan pada sistem reproduksi cacing betina, akan terdiri dari ovarium yang bercabang dengan dilengkapi dengan kelenjar kuning telur.

Dimana setiap telur yang telah mengalami fertilisasi akan bercampur dengan kuning telur, kemudian diberi perlindungan tanpa cangkang. Telur yang keluar dari cacing akan melewati saluran empedu hewan inangnya, kemudian akan sampai pada usus halus. Setelah itu, telur yang berada pada lingkungan ideal akan menetas setelah lebih dari sembilan hari, namun jika suhu tidak sesuai dengan masa inkubasi maka telur akan bertahan selama beberapa tahun.

Siklus Hidup Fasciola Hepatica

Perlu Anda ketahui jika cacing dengan nama latin Fasciola Hepatica ini akan tumbuh pada inangnya. Biasanya daur hidup cacing hati akan bisa ditemukan pada siput atau hewan ternak yang telah terinfeksi. Saat cacing berada dalam tubuh siput maka mereka akan berkembang biak dengan menempel pada mantel siput. Setelah mendapat inangnya, larva akan berkembang dan berubah menjadi sporakista.

Di dalam tubuh siput sporakista akan berkembang biak secara parthenogenesis hingga kemudian menjadi redia atau larva II. setelah itu redia akan melakukan metamorfosis atau melakukan perkembangan dengan cara paedogenesis hingga menjadi larva berekor yang disebut sebagai serkaria. Saat serkaria meninggalkan tubuh siput, maka larva cacing tersebut akan menempel pada rumput di lingkungan.

Saat rumput yang terdapat serkaria termakan oleh hewan ternak, maka telur akan berkembang menjadi cacing hati dewasa. Dimana cacing dewasa tersebut akan menghasilkan telur dan keluar dari tubuh hewan ternak bersama dengan kotoran. saat telur cacing berada di lingkungan yang tepat untuk berkembang biak, maka telur tersebut akan menjadi larva bersila. hingga kemudian daur hidup cacing hati akan terjadi lagi.

meskipun dinamakan cacing hati, namun Fasciola Hepatica tidak hanya bisa ditemukan pada hati inangnya tetapi juga bisa pada bagian tubuh lainnya termasuk di pembuluh darah. Perlu Anda ketahui, saat telur cacing berada dalam keadaan lingkungan yang tidak baik, maka kulit mereka akan menebal dan menjadi metaserkaria. Saat metaserkaria yang terdapat pada rumput termakan oleh hewan ternak, maka kista akan menetas di usus dan masuk ke dalam hati untuk berkembang biak.

Buat Menambah Pengetahuan, Yuk Simak Ulasan Daur Hidup Cacing Hati Disini
Scroll to top