Category Archives: Uncategorized

Penyebab bayi tidak pipis semalaman

Bayi yang sehat tentunya bayi yang teratur pipis dan BAB, karena otomatis ASI yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan lagi oleh bayi dalam bentuk BAB maupun pipis. Jika bayi tidak BAB maupun pipis berarti ada yang salah terhadap bayi tersebut.

Kali ini kami akan membahas tentang bayi yang tidak pipis semalaman, apakah hal tersebut wajar atau tidak? Lantas apa penyebab bayi tidak pipis semalaman? Jika terjadi demikian, bagaimana cara mengatasinya? Jangan bingung dulu ya, berikut akan kami bahas beberapa penyebab bayi tidak pipis semalaman yang perlu anda ketahui.

Kurang asupan cairan

Asupan utama bayi adalah cairan ASI, karena bayi belum bisa mencerna makanan apapun selain ASI. Selain sebagai asupan gizi, ASI juga merupakan asupan cairan bagi tubuh bayi.

Sehingga agar bayi teratur pipis baik pada siang maupun malam hari maka anda harus memberinya cukup cairan dengan memberikan ASI sesuai kebutuhannya. Karena kekurangan cairan merupakan penyebab utama bayi tidak pipis secara teratur.

Diare, muntah dan demam

Ketika bayi terkena diare, muntah dan demam otomatis cairan yang ada di dalam tubuh terkuras karena sudah terbuang melalui diare dan muntah sehingga ketika bayi sedang diare, muntah dan demam maka harus segera diatasi dengan cara di bawa ke dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.

Karena jika tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan bayi menjadi dehidrasi dan berbahaya bagi kesehatan bayi tentunya.

Terlalu banyak berkeringat

Ketika bayi terlalu banyak berkeringat maka bayi banyak mengeluarkan cairan melalui keringat tersebut, sehingga biasanya jika bayi banyak mengeluarkan keringat maka cenderung frekuensi buang air kecil atau pipis akan menurun dan menyebabkan pipisnya tidak teratur bahkan bisa tidak pipis semalaman.

Oleh karena itu, usahakan untuk membuat bayi selalu nyaman dan tidak kepanasan agar tidak terlalu banyak mengeluarkan keringat. Namun jangan khawatir, karena bayi banyak mengeluarkan keringat merupakan hal yang wajar dan tidak berbahaya bagi bayi.

 

Tahapan Perkembangan Organ Tubuh Bayi Setelah Lahir

Kelahiran bayi menjadi nikmat yang selalu dinantikan oleh setiap orang tua. Dimana pasangan suami istri saling menyemangati untuk menjaga buah hati. Keduanya sering berkonultasi menenai banyak hal guna menunjang tumbuh kembang si kecil. Bahkan penjagaan yang diberikan dimulai sejak awal kehamilan. Bagaimana seorang ibu akan mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi agar jabang bayi mendapat asupan yang menyehatkannya. Secara langsung asupan tersebut yang nantinya berguna untuk meningkatkan proses perkembangan organ si kecil. Setelah waktunya tepat bayi akan lahir ke dunia. Sampai disini orang tua kembali diwajibkan untuk melakukan penjagaan ketat terhadapnya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan organ si kecil berjalan secara sempurna. Para ahli sendiri membagi tumbuh kembang organ bayi pada beberapa bagian.

Pertama , perkembangan penglihatan. Pada dasarnya, sistem penglihatan pada bayi sudah dimulai sejak dalam kandunga. Namun, saat bayi lahir dia masih membutuhkan waktu untuk mengenali lingkungan sekitar. Nah, untuk membentuk sraf penglihatan secara maksimal. Beberapa penelitian menyebut bahwa ASI memiliki peran besar didalamnya. Bahkan disebutkan ibu yang menatap anak saat menyusui akan berdampak positif pada saraf penglihatan si kecil. Sampai disini, tidak heran jika anak lebih mudah mengenali orang tua dari pada anggota keluarga lain. Kedua, perkembangan sistem pendengaran. Bagian kedua ini sebenarnya telah terbentuk sempurna sejak bayi baru lahir. Berbagai sumber menjelaskan jika pendengaran bayi lebih peka dibandingkan penglihatannya. Tetapi, sebagai bentuk penyempurnaan si kecil akan terus meningkatkan pemampuan pendengaran. Sampai pada titik ia mampu memberikan respon terhadap ragam suara yang bermunculan.

Ketiga, perkembangan pada sistem pencernaan. Organ tubuh ini menjadi bagian yang cukup kompleks. Kondisi itu yang mengharuskan orang tua bersikap selektif terhadap nutrisi yang dikonsumsi anak. Jangan sampai karena terlalu bersemangat melihat si kecil tumbuh besar.Anda tergiur dengan produk yang sebenarnya tidak perlu diberikan pada anak. Ingat, pencernaan pada bayi masih sangat rentan. Oleh sebab itu, ada baiknya jika Anda melakukan konsultasi pada pihak profesional untuk memperoleh solusi terbaik dalam memilih asupan untuk bayi.

Beberapa Sebab Bayi Menendang Kandung Kemih

Proses terjadi kehamilan adalah salah satu hal ajaib yang terjadi di dalam tubuh manusia khususnya para perempuan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya banyak hal luar biasa yang ada di dalam rahim yang menjadi pusat dari proses kehamilan itu dari awal sampai nanti bayi bisa lahir ke dunia usai masa kehamilan selama 40 minggu.

Saat bayi di dalam rahim ibu terus membesar pasti akan bergerak dan juga menendang perut ibu. Aktivitas gerakan dari janin ini bisa dirasakan ibu hamil ketika menginjak kehamilan di semester kedua ini merupakan suatu hal yang normal. Bayi bisa saja menendang ke arah mana saja salah satu bisa saja tendangan bayi mengarah pada kandung kemih ibu. Penyebab bayi menendang kandung kemih ini nyatanya ada beberapa hal dan akan dijelaskan di bawah ini.

Penyebab bayi menendang kandung kemih

  1.       Bayi bergerak

Penyebab utamanya yaitu gerakan bayi yang wajar terjadi. Bayi bisa melakukan gerakan di kandung kemih ibu sebanyak 15 hingga 12 kali setiap harinya. Gerakan atau tendangan tersebut yang bisa mengenai kandung kemih bisa membuat ibu hamil sering kali buat air kecil.

  1.       Posisi bayi

Penyebab lainnya yaitu posisi bayi tidak sengaja di bagian kakinya berada tepat di atas kandung kemih ibu hamil. Tendangan pada kandung kemih ini akan kerap terjadi bila posisi bayi yang kurang pas dan tidak banyak menandakan keadaan tertentu pada bayi. Hingga saat ini penyebab bayi bisa menendang kandung kemih dengan tepat masih belum diketahui dan satu hal yang kebetulan adalah posisinya dan bentuk gerakan bayi yang memang acak.

 

Bayi yang bergerak dengan aktif di dalam rahim ibu juga disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut:

  1.       Pengaruh makanan

Bayi yang ada di dalam kandungan bisa bergerak karena dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu hamil. Keadaan ini dapat terlihat dari gerakan bayi yang lebih terasa ketika ibu hamil makan makanan tertentu. Tendangan bayi usai makan ini adalah keadaan yang biasa terjadi dan memang menjadi momen yang bisa dirasakan oleh ibu ketika hamil.

  1.       Suara dari luar

Bayi juga bisa melakukan tendangan karena ada pengaruh yang terjadi diluar tubuh ibu hamil. Salah satunya yaitu suara keras yang didengar oleh bayi. Gerakan yang dibuat bayi ini juga tidak spesifik.

 

 Manfaat buncis untuk bayi

Jika bunda bingung pilih menu makanan pendamping ASI untuk si kecil, ada beberapa alternatif yang bisa dicoba. Tentunya, MPASI harus memenuhi kebutuhan bayi. Biasanya, di usia lebih dari 6 bulan, bayi sudah mulai dikenalkan dengan MPASI.

Bunda bisa mencoba memberi menu dari buncis untuk sang bayi. Kenapa buncis? Sebab, banyak manfaat buncis untuk bayi.

Mengandung Vitamin

Pada Sayuran keluarga kacang kacangan ini terdapat banyak gizi yang diperlukan. Seperti vitamin A, vitamin B1, B2, B3, B6, dan B11. buncis juga mengandung  kadar abu, Mangaan, Molibdenum, Magnesium, Potasium,Karbohidrat, serat,  vitamin C, lemak, protein, zat besi, Fosfor, Kalsium, Tembaga, dan masih banyak lagi.

Serat Tinggi

Sebagai keluarga kacang kacangan yang diketahui serat tinggi, buncis juga demikian. Ini bagus untuk saluran pencernaan bayi. Berikan menu buncis sebagai MPASI, sehingga saluran pencernaan bayi lebih sehat, karena bebas dari racun dan usus bayi lebih terjaga.

Membantu Perkembangan Otak Bayi

Konsumsi buncis juga bagus untuk tingkatkan perkembangan otak bayi. Sebab, mengandung vitamin c, protein, potasium, zat besi, magnesium, mangan hingga fosfor yang memang dibutuhkan tubuh si kecil dalam membantu peningkatan perkembangan otaknya.

Meningkatkan Imunitas

Manfaat lainya, buncis dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh bayi. Tentu saja, ini karena buncis mengandung vitamin c. Vitamin c dapat perbaiki sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi tak gampang sakit dan terhindar dari berbagai penyakit.

Baik Untuk Mata

Vitamin lainya pada buncis adalah vitamin A yang bermanfaat untuk kesehatan mata bayi. Vitamin K didalamnya berguna untuk pengerasan tulang jadi lebih kuat karena dapat ikat kalsium. Tulang akan terjaga pertumbuhanya, sehingga pertumbuhan tubuh si kecil juga lebih maksimal. Vitamin K juga berguna untuk bantu kinerja zat zat pembekuan darah.

Sebenarnya masih banyak manfaat buncis lainya bagi bayi. Karena banyaknya manfaat ini, maka bunda bisa pertimbangkan untuk memberikan si kecil menu dari buncis. Tentu saja akan bermanfaat untuk perkembangannya. Asalkan, dengan memberinya dengan porsi yang tepat. Karena apa saja yang berlebihan hasilnya tak bagus.

Untuk mengolahnya pun tak sulit. Bisa direbus, atau dijadikan sop sebagai makanan pendamping ASI. semoga informasi ini bermanfaat.

 

 

Cara Merawat Kulit Bayi Baru Lahir Agar Putih

Memiliki bayi baru lahir memang membutuhkan perawatan ekstra. Hal ini dikarenakan kulit bayi masih sangat sensitif sehingga penggunaan produk-produk bayi harus diperhatikan dengan baik supaya tidak menimbulkan iritasi kulit pada bayi. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk merawat kulit bayi baru lahir.

Salah satunya adalah cara merawat kulit bayi baru lahir agar putih dengan menggunakan berbagai bahan alami yang tidak mengandung material kimiawi. Kulit bayi yang bersih dan juga mulus menjadi pertanda bahwa bayi memiliki kulit yang sehat. Terdapat beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk merawat kulit bayi baru lahir, seperti penjelasan di bawah ini.

  1. Minyak Zaitun

Bahan alami yang satu ini bisa membuat kulit bayi Anda menjadi lebih lembut dan juga lembab. Caranya adalah dengan memberi pijatan pada bayi menggunakan minyak zaitun hangat secara teratur.

  1. Air Mawar

Selain bermanfaat bagi kecantikan, air mawar juga dapat membuat kulit bayi menjadi lebih bersih dan bersinar. Anda dapat mencampurkan air mawar dengan susu bubuk dan kemudian dijadikan sebagai scrub. Lakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  1. Sinar Matahari

Sinar matahari di pagi hari memang sangat baik bagi bayi baru lahir. Selain mengandung vitamin D, sinar matahari juga dapat membuat kulit bayi menjadi lebih putih. Pastikan untuk menjemur bayi Anda di bawah jam 10 pagi.

  1. Bubuk Cendana

Anda bisa mencampurkan satu sendok teh bubuk cendana dan setengah sendok teh bubuk kunyit dengan beberapa tetes susu untuk dijadikan sebagai pasta. Olesi pasta tersebut secara merata pada tubuh bayi dan kemudian bilas setelah lima belas menit.

Itulah beberara cara merawat kulit bayi baru lahir agar putih yang bisa Anda coba di rumah. Bahan-bahan alami tersebut tidak memberikan efek samping kepada bayi karena berasal dari alam. Selain itu, bahan yang disebutkan tadi juga sangat mudah Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, Anda tidak perlu merasa kesulitan dalam menemukan bahan tersebut.

 

Inilah Kejang Absence, Jangan Dikira Bayi Sedang Melamun

Gejala epilepsi pada bayi seringkali membuat orang tua panik. Karena bayi pengidap epilepsi sering mengalami kejang. Namun, tidak semua bayi yang terkena epilepsi menunjukkan jenis kejang yang sama. Lalu, bagaimana bayi yang terkena epilepsi, namun terlihat seperti melamun?

Hal tersebut juga harus Anda waspadai. Karena bayi yang terlihat bengong atau melamun, bisa saja mereka sedang mengalami salah satu gejala epilepsi. Yaitu kejang absence (Absence seizure).

Kejang absence merupakan salah satu jenis kejang yang menandakan bayi terkena epilepsi. Saat mengalami kejang ini, bayi terlihat seperti sedang menatap kosong ke satu titik tertentu. Atau melamun. Matanya berkedip dengan cepat, serta mulutnya tampak mengunyah.

Selain itu, kejang pada bayi ternyata di picu oleh adanya letupan listrik pada otak. Karena penderita epilepsi mengalami gangguan pada sistem saraf pusatnya. Dan kejang absence biasanya berlangsung selama 10 sampai 20 detik. Dan terjadi secara berulang.

Itulah ulasan tentang gejala epilepsi pada bayi yang ditandai dengan gejala kejang absence. Jadi, kenali jenis kejang dengan baik. Dan selalu waspadai bayi Anda saat terlihat seperti melamun. Agar epilepsi bisa ditangani dengan tepat.

Ciri-Ciri Bayi Neonatan

Neonatan sendiri memiliki arti bayi yang baru lahir atau balita.  Lebih jelas nya lagi neonatan adalah kehidupan awal bayi di dunia ini.  Bayi yang baru lahir sudah jelas harus menyesuaikan dengan keadaan yang baru, setelah berada dalam kandungan selama 40 minggu kemudian di lahirkan sudah pasti si bayi meraskan hal baru.

Ada preode yang terjadi untuk merasakan perbedaan tersebut, dan bayi akan sangat merasakan perbedaan pada 24-72 jam pertama setelah kelahiran. Pada saat inilah bayi akan mengalami penyesuaian  pada seluruh tubuh, yang terpenting adaptasi ini terjadi pada sistem pernafasan, dan ginjal. Ada beberapa ciri-ciri bayi neonatan yang dapat ibu ketehaui sebagai berikut:

  1. Tali pusar si bayi masih ada

Pada umunya bayi yang baru lahir memiliki tali pusar yang masih ada pada perutnya, namun dengan berjalanya waktu tali pusar yang ada akan mongering dan akan terlepas daro perut atau pusar si bayi. Pusar yang masih menempel pada si bayi juga bisa di jakian tanda bawha bayi ini adalah abyi neonatan.

  1. Warna kulit bayi yang masih me nyerupai darah

Setelah tali pusar bisa menjadi ciri-ciri bayi neonatan selanjutnya ialah warna kulit si bayi, warna kulit bayi neonatan biasanya berwarna merah keungunan hal ini di sebabkan karena waktu di dalam rahim bayi masih mendapat ogsigen dari si ibundanya, sedangkan ketika sudah lahir barulah nantinya bayi tersebut mengatur sendiri oksigenya memalui paru-parunya sendiri.

  1. Keadaan kulit bayi

Kondisi bayi neonatan selanjutnya ialah keadaan kulit bayi, bayi neonatan memiliki kulit yang masih keriput dan sangat tipis. Dan warnanya kulitnya masih berwarna merah gelap hampir seperti ungu. Semua itu akan berubah dengan berjalanya waktu.

  1. Bayi lebih banyak tidur

Bayi neonatan akan lebih banyak tidur ketimbang berkatifitas , karna bayi neonatan memerlukan adaptasi untuk melakukan kegiatan di lingkungan baru, yang memang sebelumnya berada didalam kandungan atau rahim dab si bayi merasanya alam dunia.

Yang perlu di ketahui oleh seorang ibu, bayi neonatan akan sangat sering mengalami hal hal yang terdugas pada saat adaptasi tersbut, bisa jadisi bayi mengalami sakit.

Cara Menjaga Penglihatan Bayi Baru Lahir Agar Tetap Sehat

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua jika melihat anaknya sehat. Apalagi bagi orang tua bayi baru lahir. Salah satu indikator kesehatan bayi ada pada mata. Apabila matanya kurang jernih atau berwarna kuning, hal tersebut bisa menunjukkan kondisi yang kurang sehat. Agar Bunda tidak perlu cemas dengan kesehatan mata bayi, berikut beberapa cara menjaga penglihatan bayi baru lahir.

Cara Menjaga Kesehatan Mata Bayi

Berikut beberapa tips untuk Bunda.

  • Memberikan ASI Ekslusif Selama Enam Bulan

Bayi baru lahir sangat memerlukan nutrisi langsung dari ibunya. Usahakan bayi mendapatkan ASI ekslusif secara enam bulan untuk mengoptimalkan kesehatan dan pertumbuhan bayi. Mengapa harus ASI dan bukan MPASI? Ada kandungan ASI yang tidak terdapat pada makanan apapun dan bayi juga memiliki kemampuan menyerap nutrisi lebih baik jika berasal dari ASI ibu. Dengan memberikan ASI ekslusif, kesehatan mata bayi akan lebih terjaga.

  • Menjaga Tingkat Kecerahan Ruangan

Tingkat penglihatan bayi masih sangat sensitif terhadap perubahan cahaya. Agar mata bayi yang baru lahir tetap sehat, atur kecerahan ruangan agar nyaman di mata. Usahakan ruangan tidak terlalu gelap maupun terang. Warna remang yang hangat cocok untuk mata. Bawa bayi ke luar rumah dengan cahaya matahari yang cukup agar si kecil juga mendapatkan vitamin dari sinar matahari di pagi hari. Dengan mengatur pencahayaan maka kemungkinan anak mengalami mata minus di usia dini bisa berkurang.

  • Memberikan Nutrisi yang Cukup untuk Bayi

Vitamin A sangat penting untuk menjaga penghilatan bayi. Oleh karena itu, pastikan si kecil mendapatkan asupan vitamin A yang cukup. Untuk bayi di bawah umur bisa dengan ASI. Bunda perlu mengkonsumsi banyak sayur dan buah sehat yang mengandung banyak vitamin agar si kecil juga mendapatkan nutrisi yang banyak. Jika sudah di atas 6 bulan bisa dengan MPASI dengan kadar nutrisi yang seimbang.

Itulah beberapa cara menjaga penglihatan bayi baru lahir agar tetap jernih dan sehat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

 

 

 

 

Manfaat Belut Untuk Bayi Sebagai Menu MPASI

Semua ibu pastinya ingin memberikan nutrisi yang terbaik untuk tumbuh kembang anak salah satunya dengan menu MPASI. Saalah satu makanan pendamping yang kaya akan nutrisi adalah belut. Yuk ketahui manfaat belut untuk bayi.

  1. Meningkatkan Berat Badan

Rasa belut yang gurih akan membuat selera makan si kecil meningkat. Kandungannya yang kaya akan protein dan lemak juga membuat belut sebagai menu MPASI yang dianjurkan dokter anak.

  1. Sumber Energi

Dengan sumber energi yang tepat, bayi akan lebih aktif setiap harinya. Nah, kandungan kalori yang cukup tinggi sekitar 300 kkal dalam 100 gram belut bisa menjadi sumber energi yang optimal.

  1. Meningkatkan Fungsi Mata

Kandungan vitamin A pada belut berfungsi mencegah kerusakan mata. MPASI belut juga akan membuat lapisan macula di lensa mata si kecil berkembang dengan baik. Luar biasa bukan?

  1. Pertumbuhan Tulang dan Jaringan Tubuh

Manfaat lainnya yakni untuk merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh. Hal itu karena kandungan fosfor dan kalsium pada belut yang akan memaksimalkan pembentukan tulang dan mencukupi kebutuhan kalsiumnya.

Sumber:

https://parenting.orami.co.id/magazine/manfaat-belut-untuk-bayi/

 

Yuk Cari Tahu Kenapa Feses Bayi Berwarna Hitam

Semua orang tua pasti akan merasa panik jika si kecil mengeluarkan feses berwarna hitam yang berbeda dari biasanya. Ada banyak sekali faktor yang menjadi penyebab feses pada bayi berwarna hitam, mulai dari masalah makanan hingga masalah gangguan pada organ tertentu. Berikut penjelasannya kenapa feses bayi berwarna hitam yang wajib anda ketahui.

Mengganti Susu Formula

Umumnya, feses pertama yang dikeluarkan oleh bayi yang baru lahir berwarna hitam. Feses tersebut disebut mekonium yang berada di usus bayi sebelum dia dilahirkan. Biasanya feses tersebut dikeluarkan pada hari pertama setelah kelahiran si kecil. Sedangkan pada hari selanjutnya, warna feses memang masih gelap akan tetapi bukan berwarna hitam seperti sebelumnya.

Hal tersebut disebabkan karena pada saat itu si kecil sedang mengonsumsi zat besi dan kondisi tersebut tidak sering terjadi, namun sangat normal. Ketika bayi mulai mengonsumsi susu formula maka kondisi itu kerap kali terjadi jika anda sering melakukan pergantian merek susu formula. Karena kandungan antara produk susu formula satu dengan lainnya berbeda, sehingga hal tersebut menjadi alasan kenapa feses bayi berwarna hitam.

Sembelit

Ketika bayi sedang mengalami sembelit maka hal tersebut dapat mempengaruhi warna feses yang dikeluarkan oleh si kecil. Warna hitam dan tekstur keras pada feses menjadi salah satu pertanda bahwa si kecil sedang mengalami sembelit. Ketika kondisi tersebut terjadi maka anda bisa meningkatkan asupan cairan pada bayi, salah satunya dengan memberikan air putih minimal 150 ml per hari.

Sembelit yang dialami si kecil tidak dapat dibiarkan dan dianggap remeh karena dapat merusak dinding anus dan terjadi perdarahan. Jika anda sudah meningkatkan asupan cairan si kecil namun tidak ada perubahan, maka anda harus segera melakukan konsultasi dan periksa ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terlambat.

Terjadi Perdarahan Pada Saluran Cerna

Salah satu penyebab kenapa feses bayi berwarna hitam yaitu disebabkan karena terjadinya perdarahan pada saluran cerna. Hal tersebut mengakibatkan feses yang dikeluarkan mengandung darah dan berwarna gelap. Perubahan darah menjadi hitam disebabkan karena darah telah bereaksi dan bercampur dengan enzim pencernaan selama proses pencernaan berlangsung.

Hal itu harus selalu anda waspadai ketika si kecil mengeluarkan feses warna hitam tanpa disertai dengan mengonsumsi makanan tertentu yang dapat membuat feses berwarna hitam. Gangguan kesehatan seperti penyakit hati atau terhambatnya suplai darah ke usus mungkin juga bisa menjadi penyebab mengapa feses yang dikeluarkan oleh bayi berwarna hitam.

Apabila bayi anda mengalami perubahan yang berbeda dari biasanya seperti warna feses yang berubah, maka ada baiknya jika anda melakukan pemeriksaan pada dokter anak. Jika dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan terjadi gangguan kesehatan yang lebih serius sehingga dapat membahayakan keselamatan si kecil. Kenali tumbuh kembang pada si kecil agar anda dapat melihat perubahannya.