Cara Melebatkan Rambut Bayi

Kebanyakan orang tua ingin bayinya memiliki rambut yang hitam dan juga lebat. Hal inilah yang membuat mereka melakukan berbagai cara untuk bisa mempercepat pertumbuhan rambut pada bayi. Tentu saja merawat rambut bayi berbeda dengan cara merawat rambut orang dewasa. Bayi memiliki kulit yang sensitif sehingga tidak bisa sembarangan menggunakan produk tertentu.

Bagi Anda yang sedang mencari cara untuk melebatkan rambut bayi, simak beberapa caranya berikut ini.

  1. Campuran Madu dan Alpukat

Anda bisa menggunakan campuran madu dan alpukat untuk melebatkan rambut bayi. Madu dapat mencegah kerontokan rambut, sedangkan alpukat kaya akan vitamin E yang baik untuk rambut. Caranya pun sangat mudah. Anda hanya perlu menghancurkan daging alpukat dan dicampurkan dengan madu. Kemudian dioleskan ke kepala bayi dan diamkan selama 10 menit. Lalu bilas hingga bersih.

  1. Menggunakan Lidah Buaya

Sudah sejak lama lidah buaya dikenal bermanfaat untuk melebatkan rambut. Cara ini cocok bagi Anda yang memiliki bayi berusia di atas 1 tahun karena kulit bayi sudah tidak terlalu sensitif. Anda bisa menggunakan gel pada lidah buaya dan oleskan ke kepala bayi. Lakukan secara rutin untuk mendapatkan rambut yang hitam, lebat, dan juga sehat.

  1. Minyak Kemiri

Selain menggunakan lidah buaya, Anda juga bisa menggunakan minyak kemiri. Sejak dulu minyak kemiri banyak digunakan oleh para orang tua untuk melebatkan rambut anak mereka. Saat ini Anda bisa membeli minyak kemiri yang banyak dijual di pasaran. Minyak kemiri ini tidak hanya dapat diaplikasikan di rambut saja, tetapi juga di alis bayi.

  1. Seledri

Seledri memiliki kandungan protein, vitamin A, kalsium, dan juga lemak yang baik untuk mempercepat pertumbuhan rambut. Cara melebatkan rambut bayi dengan seledri ini juga sangat mudah. Anda hanya perlu meremas dauh seledri yang dicampurkan dengan air secukupnya. Kemudian oleskan ke kepala bayi dan tunggu sekitar 15 menit. Setelah itu bilas hingga bersih.

Itulah empat cara alami untuk melebatkan rambut bayi.

 

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kayu Manis

Kebutuhan nutrisi bagi ibu menyusui (busui) harus selalu dipenuhi dan diperhatikan. Hal itu agar produksi ASI tetap lancar dan kualitasnya baik bagi buah hati.

Beberapa ibu menyusui mengalami masalah dengan ASInya seperti ASI tidak lancar dan sedikit. Hal itu bisa karena faktor kesehatan fisik ataupun psikologi busui. Selama menyusui Busui perlu mengonsumsi makanan bergizi yang baik bagi kesehatan tubuh dan produksi ASI. Makanan yang dimasak di rumah harus sesuai dan tidak menimbulkan efek negatif termasuk penggunaan bumbu dapur. Yuk ikuti pembahasannya.

kayu manis merupakan Salah satu rempah bumbu dapur yang memiliki aroma wangi kayu manis termasuk jenis Bumbu dapur yang mudah didapatkan dan harganya murah. Oleh karena itu kayu manis sering digunakan sebagai obat tradisional. Kayu manis memiliki banyak manfaat untuk menyembuhkan beberapa  penyakit. Tapi bolehkah ibu menyusui minum kayu manis?

Sebelum membahas boleh tidaknya kayu manis dikonsumsi busui, berikut Beberapa manfaat dari kayu manis adalah

  1. Mengobati perut kembung dan diare pada anak
  2. Mengurangi rasa nyeri dan kram perut saat menstruasi
  3. Obat herbal untuk kista endrometrosis
  4. Mestabilkan kadar gula darah bagi penderita diabetes

Ternyata banyak ya manfaatnya. lalu bagaimana jika ibu menyusui mengonsumsinya?

Secara umum kayu manis aman dikonsumsi busui, namun tetap dibatasi ya Bun. Berdasarkan penelitian kayu manis mengandung senyawa alami yang dapat merangsang produksi kelenjar susu. Busui bisa memperoleh manfaatnya dengan cara mencampurkan kayu manis ke dalam minuman yang dikonsumsi dan bisa ditambah madu.

Apakah ada efeknya? Mengonsumsi kayu manis dapat berpengaruh terhadap cita rasa ASI. Hal ini dapat menyebabkan beberapa bayi tidak mau menyusu karena aroma kayu manis, namun ada juga bayi yang malah menyukai ASI tersebut. selain itu kayu manis sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan fenugreek untuk menghindari resiko tertentu seperti kadar gula dalam darah rendah, lemas dan pusing.

jadi itulah penjelasan bolehkah ibu menyusui minum kayu manis. Semoga bermanfaat.

 

 

 

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Yuk Intip Aturannya Di Sini

Kopi mengandung kafein yang tinggi, hal tersebut menyebabkan tidak sembarang orang bisa mengkonsumsinya. Salah satunya adalah ibu yang sedang menyusui. Oleh karena itu muncul pertanyaan seperti bolehkah ibu menyusui minum kopi? Pasalnya dengan kandungan kafein yang tinggi dan bisa berdampak tidak baik apabila dikonsumsi berlebihan. Berikut ulasannya.

Amankah Ibu Menyusui Mengkonsumsi Kopi?

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan konsumsi kafein pada standar sedang yaitu sekitar dua gelas saja cukup aman bagi ibu yang sedang menyusui. Lebih detailnya pada penelitian dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyatakan bahwa meminum kopi dengan tingkat kafein 200 mg tidak akan mempengaruhi bayi.

Pada ibu menyusui yang mengkonsumsi kopi, maka kandungan kafein dari kopi akan diserap ke dalam ASI. Oleh karena itu seperti pernyataan dari Lansinoh, Molly Petersen dianjurkan untuk mengurangi konsumsi kopi ketika menyusui bayi yang baru lahir maupun bayi premature. Pada kondisi tersebut bayi lebih sensitive terhadap kandungan kafein dari kopi.

Selain berpengaruh pada bayi, kandungan kafein pada kopi juga dapat mempengaruhi tubuh ibu. Kandungan kafein yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan jantung, sehingga dapat mengganggu pola istirahat dari ibu. Siklus tidur yang tidak beraturan juga akan mempengaruhi kualitas ASI yang dihasilkan untuk bayi menjadi kurang baik.

Aturan Minum Kopi Saat Sedang Menyusui

Meskipun diperbolehkan, berbagai anjuran dari para ahli untuk ibu hamil khususnya yang menyukai minuman kopi cukup beragam. Aturan ini dibuat guna menjaga kesehatan dari ibu dan juga bayi. Pertanyaan mengenai bolehkah ibu menyusui minum kopi? Tentu boleh asal mengikuti aturannya. Salah satu aturan pentingnya adalah kuantitas kopi yang dikonsumsi.

Pada Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa jumlah batasan ibu menyusui dapat mengkonsumsi minuman kopi dianjurkan per hari maksimal 300 mg dimana itu setara dengan 2 hingga 3 cangkir kopi. Kandungan kafein pada minuman kopi cukup tinggi dan hal tersebut juga tergantung dari jenis biji kopi yang dikonsumsi.

Kadar kafein pada kopi berkisar antara 30 hingga 700 mg dan kadar ini bisa meresap pada ASI hingga 1,5% nya. Kadar kafein dalam ASI ini akan mencapai puncaknya sekitar 1 hingga 2 jam setelah mengkonsumsinya. Dengan begitu, ibu sebaiknya memperhatikan kondisi bayi apakah terpengaruh pada kafein atau tidak. Namun akan lebih baik apabila konsumsi kopi tidak terlalu sering.

Pada bayi yang baru lahir kemampuan memecah kafeinnya masih sangat lamban, dan sebagian ada yang sensitif terhadap kandungan kafein. Apabila ketika ibu menyusui mengkonsumsi kopi kemudian terdapat gejala buruk pada bayi seperti rewel, gelisah, susah tidur dan yang lainnya lebih baik untuk menghentikan mengkonsumsi kopi selama menyusui.

Itulah informasi mengenai ibu menyusui yang mengkonsumsi kopi. Meskipun memiliki batasan yang aman untuk dikonsumsi dan tidak langsung berpengaruh pada bayi yang diberi ASI. Kandungan kafein pada kopi yang tinggi bisa saja beresiko apabila diminum terlalu banyak. Oleh karena itu, ibu menyusui perlu memperhatikan aturan minum kopi yang benar.

Ibu Bekerja, Ini Lho Bahaya Polusi untuk Ibu Hamil

Orang-orang yang bekerja di luar rumah, terutama di kota besar, memiliki risiko terpapar polusi setiap hari ketika berangkat dan pulang bekerja. Begitu juga dengan ibu bekerja yang sedang hamil. Oleh karena itu, para ibu bekerja wajib mewaspadai beberapa bahaya polusi bagi ibu hamil berikut ini.

4 Bahaya Polusi untuk Ibu Hamil

Polusi udara sering kali tidak bisa dihindari oleh para ibu yang bekerja di luar rumah. Namun, ibu hamil harus lebih waspada karena ternyata polusi sangat berbahaya, baik bagi ibu hamil sendiri maupun janinnya.

  • Gangguan Kesehatan: ibu hamil bisa mengalami batuk, iritasi mata, sinusitis, dan gangguan pernapasan, atau asmanya kambuh sehingga pertumbuhan janin pun terganggu.
  • Keguguran: nitrogen dioksida (NO2) dan partikel dapat menyebabkan peradangan pada plasenta dan stres oksidatif pada ibu hamil sehingga terjadilah keguguran.
  • Bayi Mengalami BBLR: polusi dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah (BBLR), yaitu kurang dari 2,5 kg, dengan risiko bayi meninggal di usia balita atau mengalami gangguan.
  • Kelahiran Prematur: paparan polusi udara dapat menyebabkan bayi lahir prematur, yang berisiko mengalami keterlambatan tumbuh kembang.

Untuk menghindari bahaya di atas, ibu hamil bisa melakukan beberapa tindakan, misalnya menggunakan masker agar zat polutan tidak masuk tubuh dan mengonsumsi makanan/minuman yang kaya antioksidan.

Bolehkah Ibu Hamil Menyusui

Anda sering berfikir, bolehkah ibu hamil menyusui? Ketahuilah bahwa tidak ada satu pun susu yang lebih sesuai dan bermanfaat untuk anak kecuali air susu ibu. Menjadi seorang ibu merupakan dambaan dari seluruh perempuan. Berbagai proses perempuan jalani dari mengandung, melahirkan, hingga menyusui adalah kodrat seorang ibu .Kasus perempuan hamil tapi masih menyusui memang menimbul pertanyaan tersebut. Perempuan yang cukup subur bisa mengandung anak pada saat menyusui. Banyak orang yang menyarankan agar sebaiknya perempuan berusaha untuk tidak mengalami hal tersebut. Alasan yang mendasar biasanya, menyusui ketika hamil bisa membahayakan bagi janin.

Dewasa ini, tak sedikit perempuan yang enggan untuk menyusui anaknya sendiri sebab dadanya tidak seperti ia masih melajang dulu. Sebagian orang berkeyakinan jika menyusui saat keadaan hamil tidak diperbolehkan. Hal tersebut dapat memunculkan polemik di lingkungan keluarga.

Lalu bolehkah ibu hamil menyusui? Menyusui bayi katanya dapat membantu mencegah kesundulan. Namun, faktanya tidaklah seperti demikian. Jika Anda hamil dalam keadaan menyusui, pastinya akan muncul ketakutan seperti penurunan kualitas ASI dan terganggunya kesehatan janin yang ada dalam kandungan.

Akan tetapi menyusui dalam keadaan hamil bisa mengakibatkan perubahan pada tubuh ibu hamil, diantaranya :

  1. Adanya kontraksi ringan yang muncul pada rahim. Hal ini disebabkan oleh adanya hormon oksitosin.
  2. Ibu hamil akan menjadi sering kelelahan.

Dibawah ini ada ulasan tentang tips ibu hamil yang menyusui. Agar ibu hamil tetap sehat serta tumbuh kembang kedau anak tidak terganggi, berikut adalah tips yang perlu Anda ketahui.

  1. Konsumsi makan makanan yang bergizi seimbang dengan kalori yang cukup.
  2. Konsumsi vegetarian.
  3. Berilah anak makanan pendamping ASI.

Apabila Anda merasa  takut memberikan ASI kepada buat hati, konsumsi makanan yang bergizi, konsultasi dengan dokter, berikan makanan pendamping ASI apabila anak pertama berumur lebih dari 6 bulan.Dari ulasan diatas perempuan boleh menyusui dalam keadaan hamil dan ada beberapa tips yang membantu proses menyusui Anda lancar, sebab menyusui itu wajib bagi yang mampu. Demikianlah ulasan tentang bolehkah ibu hamil menyusui.

 

Memiliki Kandungan Omega 3, Bolehkah Ibu Hamil Makan Kepala Ikan Kakap ?

Mengonsumsi ikan bisa menjadi salah satu sumber nutrisi dan energi yang baik bagi tubuh, terlebih pada ibu hamil karena baik untuk pertumbuhan janin. Namun beberapa orang merasa takut untuk mengkonsumsi ikan karena bisa saja mengandung racun dari alam. Jadi bolehkah ibu hamil makan kepala ikan kakap dan adakah manfaatnya? Simak ulasan berikut.

Ibu Hamil Makan Kepala Ikan Kakap

Manfaat kuliner laut bagi ibu hamil memang cukup besar, termasuk bila ibu hamil mengonsumsi bagian kepala ikan kakap. Namun sebagian orang ragu mengenai hal ini, karena kepala ikan disebut sebut memiliki kandungan racun. Dimana racun ini disebut dengan nama ciguatoksin, yang sangat berbahaya karena diperoleh dari mikroorganisme kecil pada karang.

Tetapi ternyata racun pada kepala ikan ini hanya terdapat di ikan yang habitatnya merupakan laut dengan perkembangan alga yang besar, serta ikan yang mengonsumsi fitoplankton dan zooplankton. Jadi ikan kakap dirasa masih cukup aman, karena area penangkapannya di laut tidak mencapai bagian tersebut.

Manfaat Kepala Ikan Kakap

Bila berbicara mengenai bolehkah ibu hamil makan kepala ikan kakap, maka tidak terlepas juga dari manfaat kepala ikan kakap itu sendiri yang memang sangat baik dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Salah satunya yaitu kepala ikan kakap mengandung selenium yang amat tinggi, dimana kandungan tersebut bisa menangkal radikal bebas.

Bahkan kandungan selenium diklaim mampu mengatasi berbagai efek penyakit yang berbahaya, seperti gangguan jantung selama kehamilan dan lain sebagainya. Selain itu kepala ikan kakap juga mengandung asam lemak omega 3, yang merupakan jenis nutrisi yang mampu untuk menurunkan risiko gangguan jantung.

Kandungan kalium juga bisa ditemukan di dalam kepala ikan kakap. Dimana kandungan ini sangat penting dalam membuat tubuh ibu hamil menjadi penuh dengan energi. Kalium juga merupakan mineral yang sangat penting untuk menjaga kesehatan fungsi jantung, serta menjaga tekanan darah seimbang pada ibu hamil.

Kepala ikan kakap juga kaya akan vitamin A yang sangat penting selama masa kehamilan. Vitamin A ini memiliki peran untuk menjaga mata, tulang, serta reproduksi sel yang sehat. Dengan kata lain kepala ikan kakap ini memiliki banyak kandungan baik yang sangat berguna untuk ibu hamil serta janin yang dikandungnya.

Tips Makan Kepala Ikan Kakap

 

Bolehkah ibu hamil makan kepala ikan kakap ? Sebenarnya Anda diperkenankan untuk mengkonsumsinya, asalkan tetap memperhatikan beberapa hal sebelum menyantapnya. Karena cara pengolahan dari kepala ikan kakap ini juga sangat berpengaruh terhadap kandungan kandungan yang dimilikinya.

Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi kepala ikan kakap yang diolah dengan cara dibakar atau dipanggang menggunakan wajan anti lengket. Cara masak tersebut akan lebih sehat bila dibandingkan dengan cara digoreng. Kemudian jangan makan kepala ikan kakap yang dimasak dengan santan, karena hidangan ini dinilai kurang sehat bagi ibu hamil.

Jadi ibu hamil diperbolehkan makan kepala ikan kakap, namun tetap harus mengikuti atau memperhatikan beberapa aturan. Yang perlu diingat lainnya oleh ibu hamil yaitu tetap memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi sudah dalam keadaan matang dengan sempurna. Karena bahan makanan yang masih mentah bisa saja membawa bakteri yang tidak diketahui.

 

Berat Badan 100 KG Saat Hamil apakah normal?

Berat badan naik menjadi 100 kg saat hamil, normalkah? Saat hamil, memang lazimnya berat badan naik dan jadi agak gemuk. Apalagi menginjak usia kehamilan 7 bulan keatas, bobot kian bertambah karena janin juga membesar.

Berat Badan 100 KG Saat Hamil apakah normal?

Tapi, kalau berat badan mencapai 100 KG saat hamil, normalkah? Berikut ini penjelasannya.

Ibu hamil dengan berat badan normal, biasanya di trimester pertama, meningkat sedikit. Bisa juga belum naik, atau malah turun karena muntah muntah, wajar.

Berat badan baru naik drastis di trimester kedua dan ketiga. Di periode ini, mulai mengontrol berat badan lebih ketat.

Ibu hamil normal, umumnya berat badannya naik sekitar 1-1.5 kg, di trisemester pertama. Dan disusul kenaikan sampai 2 kg tiap bulan sampai persalinan.

Sedangkan untuk usia kehamilan 7 bulan, biasanya berat badan ibu hamil naik sekitar 7-10 kg.

Penyebab kenaikan berat badan saat hamil diantaranya, janin (3-3,6kg),  plasenta (0,7kg), air ketuban (1kg), rahim (1kg), payudara (1 kg)  peningkatan volume cairan (1,4–1,8 kg) hingga cadangan lemak (2,7–3,6 kg), peningkatan volume darah (1,4–1,8 kg).

Selain itu, ada penyebab lainnya, seperti simpan lemak besar di tubuh ibu hamil.

Berat Badan Normal dan Ideal Ibu Hamil

Berat badan normal dan  ideal ibu hamil saat mulai kehamilan sekitar 45 sampai 65 kg. Sedangkan di usia kehamilan ke 7 bulan, bobot bisa bertambah 7 sampai 10 kg.

Jadi, jika berat badan mencapai 100 kg saat hamil, bisa saja obesitas. Dan ini perlu diwaspadai karena menimbulkan sejumlah risiko, baik sebelum maupun pasca melahirkan.

Risiko yang bisa timbul akibat berat badan berlebihan saat hamil, diantaranya ibu hamil berpotensi terkena hipertensi dan diabetes.

Juga bisa terkena infeksi pasca melahirkan lantaran terlalu banyak pembuluh darah tersumbat. Kuman kuman tumbuh di lemak san tertimbun di kulit.

Bagi bayi, pertumbuhannya akan terhambat jika sang ibu kelebihan berat badan, bayi bisa obesitas dan juga berpotensi alami gangguan paru paru.

Untuk ibu hamil dengan berat badan berlebih seperti 100 KG, disarankan lakukan beberapa tips.

Seperti olahraga kecil kecilan, rutin berenang atau jalan pagi,  untuk bakar lemak dan kalori. Tapi tidak dianjurkan olahraga berat.

Konsumsi juga gizi seimbang dan senantiasa berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan solusi terbaik.

 

4 Alat Tes Kesuburan Wanita yang Efektif

Deskripsi: Beberapa alat tes kesuburan wanita untuk mengetahui tingkat kesuburan dan penyakit yang menjadikan wanita sulit memiliki keturunan.

Ketika pasangan tidak juga dikaruniai buah hati, maka tes kesuburan bisa menjadi cara untuk mengetahui penyebabnya. Tes kesuburan sendiri bisa dilakukan baik oleh pria maupun wanita. Dalam kasus wanita, tes kesuburan memerlukan beberapa prosedur. Tes ini akan menguji apakah kesulitan hamil dikarenakan dari pihak wanita yang mengalami kemandulan atau sebaliknya. Berikut beberapa alat tes kesuburan wanita yang perlu untuk diketahui.

Alat Tes Untuk Mengetahui Tingkat Kesuburan

  • Histerosalpingografi

Alat yang pertama sering disebut sebagai histerosalpingografi. Tes ini merupakan bagian awal sebelum menjalani tes lainnya. Mirip dengan tes USG, tes HSG akan memperlihatkan kondisi rahim dan mendeteksi apakah ada gangguan pada rahim maupun kelainan lainnya seperti kista dan miom yang bersarang di dalam rahim. Tes ini juga menjadi bagian awal sebelum melakukan tes ovulasi.

  • Tes Ovulasi

Tes ovulasi menguji apakah rahim bisa melakukan pembuahan. Menggunakan alat pendeteksi khusus, tes ini juga meliputi variabel seperti tes darah, tes suhu tubuh, dan tes prediksi. Meskipun tes ini juga menyertakan variabel lain, variabel pada tes ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga kemampuan dalam menghasilkan sel telur yang baik. Metode ini merupakan metode yang umum dan juga alat yang memprediksi tingkat kelahiran dari wanita.

  • Tes Fase Saat Luteal

Cara berikutnya ialah dengan melakukan tes saat fase Luteal. Fase ini merupakan waktu dimana hormon progesteron meningkat setelah ovulasi. Ovulasi terjadi ketika sel telur bertemu dengan sperma. Apabila ternyata level hormon progesteron tidak memenuhi kriteria normal maka ada kemungkinan wanita memiliki resiko mandul lebih besar.

  • Tes USG Transvaginal

Tes ini menggunakan alat ultrasonografi untuk melihat keadaan rahim. Dalam tes USG tipe transvaginal, yang di cek meliputi rahim, mulut rahim, leher rahim, dan tuba falopi untuk melihat apakah ada benjolan maupun kelainan lainnya yang menghalangi penetrasi dan pembuahan sel telur.

Itulah beberapa alat tes kesuburan wanita. Pada dasarnya masih ada tes lain yang juga bisa membantu mendiagnosa tingkat kesuburan dan juga masalah pada organ kewanitaan. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

 

Dampak Ibu Minum Alkohol Ketika Hamil

Seperti yang sudah kita tahu bahwa untuk ibu hamil sebaiknya sebisa mungkin untuk tidak minum alkohol. Untuk kamu yang memang bukan seorang peminum minuman keras hal ini memang bukan menjadi masalah. Tetapi untuk ibu yang sebelum hamil memang biasa konsumsi minuman alkohol, hal ini tentu menjadi kesulitan tersendiri.

Meskipun sulit sebaiknya untuk tidak konsumsi minuman alkohol ketika sedang hamil. Bahkan untuk kamu yang masih merencanakan kehamilan sebaiknya jangan minum alkohol dulu. Sebab ini dapat berdampak buruk kepada bayi.

Beberapa bahaya alkohol saat hamil

Alkohol yang sudah diminum tersebut akan bersama dengan aliran darah mengalir ke seluruh tubuh dengan cepat. Alkohol itu bisa menembus plasenta, sehingga dapat mencapai bayi yang ada di dalam kandungan. Di dalam tubuh bayi alkohol tersebut akan dipecah hati. Tetapi hati bayi kamu masih dalam tahap perkembangan yang masih belum sempurna untuk dapat memecah alkohol. Ini mengakibatkan tubuh bayi tidak bisa memecah alkohol sebagus tubuh kamu. Sehingga membuat tubuh bayi terdapat banyak kadar alkohol di dalam darahnya.

Disebabkan adanya banyak kadar alkohol didalam tubuh bayi. Hal ini bisa berisiko terhadap kehamilan kamu. Di bawah ini ada beberapa bahaya alkohol saat hamil yang perlu kamu ketahui sebagai berikut:

  •         Keguguran
  •         Kelahiran yang prematur
  •         Bayi lahir dengan berat badan rendah
  •         Cacat kelahiran
  •         FASD Fetal Alcohol Spectrum Disorder. Hal ini dapat dialami oleh anak kamu seumur hidupnya. Keadaan ini ditandai dengan pertumbuhan anak yang buruk ketika ada didalam kandungan, atau sesudah kelahiran atau keduanya. Bayi dapat alami kelainan pada bentuk wajahnya kepalanya bisa lebih kecil,kelainan pada jantung dan rusaknya sistem saraf pusat. Terjadinya kerusakan pada sistem saraf pusat bisa mencakup cacat intelektual, pertumbuhan fisik yang terlambat, penglihatan dan gangguan pada sistem pendengaran dan berbagai gangguan perilaku anak.

Tidak hanya hal di atas saja ketika bayi lahir dan tumbuh besar, bayi juga akan mengalami masalah sulit belajar, berbicara, bahasa, perhatian dan juga hiperaktif. Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa ibu yang sekali saja minum dalam seminggu kehamilannya akan lebih mungkin untuk mendapatkan anak yang menunjukkan perilaku yang agresif dan nakal. Ini dibandingkan dengan ibu hamil yang memang tidak meminum alkohol sama sekali. Semakin sering ibu minum alkohol ketika hamil akan lebih meningkatkan resiko banyak alami FASD atau mempunyai masalah mental, fisik dan perilaku.

 

Bukan Cuma Langgar Hukum, Ini Bahaya Ekstasi Bagi Ibu Hamil

Pergaulan di masa sekarang ini sering kali mengantarkan seseorang pada penggunaan obat-obat terlarang seperti ekstasi. Padahal telah banyak kasus yang membuktikan betapa berbahayanya obat tersebut bagi kesehatan. Ancaman hukum pun tak main-main diberikan kepada pengguna apalagi pengedar barang illegal tersebut.

Hal yang cukup mengejutkan adalah tidak sedikit ditemukan wanita-wanita hamil yang masih mengonsumsi ekstasi. Hal tersebut mungkin terjadi karena efek ketagihan yang timbul akibat terbiasa mengonsumsinya. Padahal jelas-jelas hal itu berbahaya bukan hanya bagi diri si ibu hamil tetapi juga bagi janin yang dikandungnya. Bahaya mengonsumsi ekstasi bagi ibu hamil nyatanya bukan isapan jempol belaka, karena bahaya seperti di bawah ini jelas mengancam sang ibu dan calon buah hatinya itu.

  1. Menurunkan kemampuan koordinasi motorik si bayi

Bahaya paling awal yang akan terjadi pada si bayi dalam kandungan apabila sang ibu mengonsumsi ekstasi adalah penurunan kemampuan koordinasi motorik. Akibatnya si bayi akan kesulitan melakukan kontrol terhadap fungsi motoriknya yang umumnya sudah dapat ia lakukan pada usia 4 bulan dalam kandungan.

  1. Mengganggu perkembangan bayi

Secara langsung maupun tidak, ekstasi membuat perkembangan si bauh hati dalam kandungan menjadi terganggu. Efek langsungnya jelas karena kandungan zat-zat kimiawi di dalam ekstasi itu sendiri, sedangkan efek tak langsungnya adalah karena ibu hamil yang mengonsumsi ekstasi cenderung abai untuk memenuhi kebutuhan gizi untuknya dan kandungannya.

  1. Kurangnya cairan dalam tubuh hingga dehidrasi

Pengguna ekstasi akan merasa sering haus yang diakibatkan dari berkurangnya cairan dalam tubuh akibat penggunaan obat tersebut. Jika terus demikian maka bukan tidak mungkin dehidrasi dapat terjadi. Hal tersebut jelas bukan merupakan kondisi yang baik jika terjadi pada ibu hamil.

Pada dasarnya baik itu dalam kondisi hamil maupun tidak, penggunaan ekstasi sebaiknya dihentikan. Jika memang sudah telanjur kecanduan terhadap obat terlarang tersebut, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahli, agar didapatkan solusi konkret untuk mengatasinya. Dengan demikian maka bukan hanya si bayi dalam kandungan yang terselamatkan, tetapi juga si ibu hamil itu sendiri.