Category Archives: Uncategorized

Berat Badan 100 KG Saat Hamil apakah normal?

Berat badan naik menjadi 100 kg saat hamil, normalkah? Saat hamil, memang lazimnya berat badan naik dan jadi agak gemuk. Apalagi menginjak usia kehamilan 7 bulan keatas, bobot kian bertambah karena janin juga membesar.

Berat Badan 100 KG Saat Hamil apakah normal?

Tapi, kalau berat badan mencapai 100 KG saat hamil, normalkah? Berikut ini penjelasannya.

Ibu hamil dengan berat badan normal, biasanya di trimester pertama, meningkat sedikit. Bisa juga belum naik, atau malah turun karena muntah muntah, wajar.

Berat badan baru naik drastis di trimester kedua dan ketiga. Di periode ini, mulai mengontrol berat badan lebih ketat.

Ibu hamil normal, umumnya berat badannya naik sekitar 1-1.5 kg, di trisemester pertama. Dan disusul kenaikan sampai 2 kg tiap bulan sampai persalinan.

Sedangkan untuk usia kehamilan 7 bulan, biasanya berat badan ibu hamil naik sekitar 7-10 kg.

Penyebab kenaikan berat badan saat hamil diantaranya, janin (3-3,6kg),  plasenta (0,7kg), air ketuban (1kg), rahim (1kg), payudara (1 kg)  peningkatan volume cairan (1,4–1,8 kg) hingga cadangan lemak (2,7–3,6 kg), peningkatan volume darah (1,4–1,8 kg).

Selain itu, ada penyebab lainnya, seperti simpan lemak besar di tubuh ibu hamil.

Berat Badan Normal dan Ideal Ibu Hamil

Berat badan normal dan  ideal ibu hamil saat mulai kehamilan sekitar 45 sampai 65 kg. Sedangkan di usia kehamilan ke 7 bulan, bobot bisa bertambah 7 sampai 10 kg.

Jadi, jika berat badan mencapai 100 kg saat hamil, bisa saja obesitas. Dan ini perlu diwaspadai karena menimbulkan sejumlah risiko, baik sebelum maupun pasca melahirkan.

Risiko yang bisa timbul akibat berat badan berlebihan saat hamil, diantaranya ibu hamil berpotensi terkena hipertensi dan diabetes.

Juga bisa terkena infeksi pasca melahirkan lantaran terlalu banyak pembuluh darah tersumbat. Kuman kuman tumbuh di lemak san tertimbun di kulit.

Bagi bayi, pertumbuhannya akan terhambat jika sang ibu kelebihan berat badan, bayi bisa obesitas dan juga berpotensi alami gangguan paru paru.

Untuk ibu hamil dengan berat badan berlebih seperti 100 KG, disarankan lakukan beberapa tips.

Seperti olahraga kecil kecilan, rutin berenang atau jalan pagi,  untuk bakar lemak dan kalori. Tapi tidak dianjurkan olahraga berat.

Konsumsi juga gizi seimbang dan senantiasa berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan solusi terbaik.

 

4 Alat Tes Kesuburan Wanita yang Efektif

Deskripsi: Beberapa alat tes kesuburan wanita untuk mengetahui tingkat kesuburan dan penyakit yang menjadikan wanita sulit memiliki keturunan.

Ketika pasangan tidak juga dikaruniai buah hati, maka tes kesuburan bisa menjadi cara untuk mengetahui penyebabnya. Tes kesuburan sendiri bisa dilakukan baik oleh pria maupun wanita. Dalam kasus wanita, tes kesuburan memerlukan beberapa prosedur. Tes ini akan menguji apakah kesulitan hamil dikarenakan dari pihak wanita yang mengalami kemandulan atau sebaliknya. Berikut beberapa alat tes kesuburan wanita yang perlu untuk diketahui.

Alat Tes Untuk Mengetahui Tingkat Kesuburan

  • Histerosalpingografi

Alat yang pertama sering disebut sebagai histerosalpingografi. Tes ini merupakan bagian awal sebelum menjalani tes lainnya. Mirip dengan tes USG, tes HSG akan memperlihatkan kondisi rahim dan mendeteksi apakah ada gangguan pada rahim maupun kelainan lainnya seperti kista dan miom yang bersarang di dalam rahim. Tes ini juga menjadi bagian awal sebelum melakukan tes ovulasi.

  • Tes Ovulasi

Tes ovulasi menguji apakah rahim bisa melakukan pembuahan. Menggunakan alat pendeteksi khusus, tes ini juga meliputi variabel seperti tes darah, tes suhu tubuh, dan tes prediksi. Meskipun tes ini juga menyertakan variabel lain, variabel pada tes ini menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga kemampuan dalam menghasilkan sel telur yang baik. Metode ini merupakan metode yang umum dan juga alat yang memprediksi tingkat kelahiran dari wanita.

  • Tes Fase Saat Luteal

Cara berikutnya ialah dengan melakukan tes saat fase Luteal. Fase ini merupakan waktu dimana hormon progesteron meningkat setelah ovulasi. Ovulasi terjadi ketika sel telur bertemu dengan sperma. Apabila ternyata level hormon progesteron tidak memenuhi kriteria normal maka ada kemungkinan wanita memiliki resiko mandul lebih besar.

  • Tes USG Transvaginal

Tes ini menggunakan alat ultrasonografi untuk melihat keadaan rahim. Dalam tes USG tipe transvaginal, yang di cek meliputi rahim, mulut rahim, leher rahim, dan tuba falopi untuk melihat apakah ada benjolan maupun kelainan lainnya yang menghalangi penetrasi dan pembuahan sel telur.

Itulah beberapa alat tes kesuburan wanita. Pada dasarnya masih ada tes lain yang juga bisa membantu mendiagnosa tingkat kesuburan dan juga masalah pada organ kewanitaan. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

 

Dampak Ibu Minum Alkohol Ketika Hamil

Seperti yang sudah kita tahu bahwa untuk ibu hamil sebaiknya sebisa mungkin untuk tidak minum alkohol. Untuk kamu yang memang bukan seorang peminum minuman keras hal ini memang bukan menjadi masalah. Tetapi untuk ibu yang sebelum hamil memang biasa konsumsi minuman alkohol, hal ini tentu menjadi kesulitan tersendiri.

Meskipun sulit sebaiknya untuk tidak konsumsi minuman alkohol ketika sedang hamil. Bahkan untuk kamu yang masih merencanakan kehamilan sebaiknya jangan minum alkohol dulu. Sebab ini dapat berdampak buruk kepada bayi.

Beberapa bahaya alkohol saat hamil

Alkohol yang sudah diminum tersebut akan bersama dengan aliran darah mengalir ke seluruh tubuh dengan cepat. Alkohol itu bisa menembus plasenta, sehingga dapat mencapai bayi yang ada di dalam kandungan. Di dalam tubuh bayi alkohol tersebut akan dipecah hati. Tetapi hati bayi kamu masih dalam tahap perkembangan yang masih belum sempurna untuk dapat memecah alkohol. Ini mengakibatkan tubuh bayi tidak bisa memecah alkohol sebagus tubuh kamu. Sehingga membuat tubuh bayi terdapat banyak kadar alkohol di dalam darahnya.

Disebabkan adanya banyak kadar alkohol didalam tubuh bayi. Hal ini bisa berisiko terhadap kehamilan kamu. Di bawah ini ada beberapa bahaya alkohol saat hamil yang perlu kamu ketahui sebagai berikut:

  •         Keguguran
  •         Kelahiran yang prematur
  •         Bayi lahir dengan berat badan rendah
  •         Cacat kelahiran
  •         FASD Fetal Alcohol Spectrum Disorder. Hal ini dapat dialami oleh anak kamu seumur hidupnya. Keadaan ini ditandai dengan pertumbuhan anak yang buruk ketika ada didalam kandungan, atau sesudah kelahiran atau keduanya. Bayi dapat alami kelainan pada bentuk wajahnya kepalanya bisa lebih kecil,kelainan pada jantung dan rusaknya sistem saraf pusat. Terjadinya kerusakan pada sistem saraf pusat bisa mencakup cacat intelektual, pertumbuhan fisik yang terlambat, penglihatan dan gangguan pada sistem pendengaran dan berbagai gangguan perilaku anak.

Tidak hanya hal di atas saja ketika bayi lahir dan tumbuh besar, bayi juga akan mengalami masalah sulit belajar, berbicara, bahasa, perhatian dan juga hiperaktif. Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa ibu yang sekali saja minum dalam seminggu kehamilannya akan lebih mungkin untuk mendapatkan anak yang menunjukkan perilaku yang agresif dan nakal. Ini dibandingkan dengan ibu hamil yang memang tidak meminum alkohol sama sekali. Semakin sering ibu minum alkohol ketika hamil akan lebih meningkatkan resiko banyak alami FASD atau mempunyai masalah mental, fisik dan perilaku.

 

Bukan Cuma Langgar Hukum, Ini Bahaya Ekstasi Bagi Ibu Hamil

Pergaulan di masa sekarang ini sering kali mengantarkan seseorang pada penggunaan obat-obat terlarang seperti ekstasi. Padahal telah banyak kasus yang membuktikan betapa berbahayanya obat tersebut bagi kesehatan. Ancaman hukum pun tak main-main diberikan kepada pengguna apalagi pengedar barang illegal tersebut.

Hal yang cukup mengejutkan adalah tidak sedikit ditemukan wanita-wanita hamil yang masih mengonsumsi ekstasi. Hal tersebut mungkin terjadi karena efek ketagihan yang timbul akibat terbiasa mengonsumsinya. Padahal jelas-jelas hal itu berbahaya bukan hanya bagi diri si ibu hamil tetapi juga bagi janin yang dikandungnya. Bahaya mengonsumsi ekstasi bagi ibu hamil nyatanya bukan isapan jempol belaka, karena bahaya seperti di bawah ini jelas mengancam sang ibu dan calon buah hatinya itu.

  1. Menurunkan kemampuan koordinasi motorik si bayi

Bahaya paling awal yang akan terjadi pada si bayi dalam kandungan apabila sang ibu mengonsumsi ekstasi adalah penurunan kemampuan koordinasi motorik. Akibatnya si bayi akan kesulitan melakukan kontrol terhadap fungsi motoriknya yang umumnya sudah dapat ia lakukan pada usia 4 bulan dalam kandungan.

  1. Mengganggu perkembangan bayi

Secara langsung maupun tidak, ekstasi membuat perkembangan si bauh hati dalam kandungan menjadi terganggu. Efek langsungnya jelas karena kandungan zat-zat kimiawi di dalam ekstasi itu sendiri, sedangkan efek tak langsungnya adalah karena ibu hamil yang mengonsumsi ekstasi cenderung abai untuk memenuhi kebutuhan gizi untuknya dan kandungannya.

  1. Kurangnya cairan dalam tubuh hingga dehidrasi

Pengguna ekstasi akan merasa sering haus yang diakibatkan dari berkurangnya cairan dalam tubuh akibat penggunaan obat tersebut. Jika terus demikian maka bukan tidak mungkin dehidrasi dapat terjadi. Hal tersebut jelas bukan merupakan kondisi yang baik jika terjadi pada ibu hamil.

Pada dasarnya baik itu dalam kondisi hamil maupun tidak, penggunaan ekstasi sebaiknya dihentikan. Jika memang sudah telanjur kecanduan terhadap obat terlarang tersebut, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan ahli, agar didapatkan solusi konkret untuk mengatasinya. Dengan demikian maka bukan hanya si bayi dalam kandungan yang terselamatkan, tetapi juga si ibu hamil itu sendiri.

Sering Tidak Stabil, Berikut Fakta Mengenai Suhu Badan Normal Bayi

Pada bayi yang baru lahir, bunda seringkali akan menemukan perubahan suhu tubuh yang sangat signifikan. Bahkan, seringkali suhu tubuh ini tidak sama ketika diukur pada bagian tubuh yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. Hal ini seringkali menyebabkan ibu merasa panik karena suhu tubuh anak. Untuk itu, sebagai ibu wajib mengetahui fakta-fakta terkait suhu badan normal bayi berikut ini agar tidak salah ketika mengambil tindakan pada si kecil.

Fakta Mengenai Suhu Tubuh Normal Pada Bayi

1. Suhu Paling rendah Bayi Berada di Bawah 36°C

Dalam sebuah penelitian menjelaskan bahwa suhu tubuh paling rendah yang dimiliki bayi adalah sekitar 36° celcius. Seorang bayi normal, dilakukan pengukuran suhu yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Dari pengukuran tersebut, didapatkan suhu 35,8° celcius. Suhu ini masih tergolong sangat normal untuk ukuran seorang bayi yang memang masih sering mengalami perubahan suhu tubuh.

Setelah bayi melakukan berbagai aktivitas seperti makan, bermain dan tidur suhu tubuhnya akan kembali mengalami perubahan. Biasanya penurunan suhu tubuh bayi akan terjadi pada sekitar tengah malam atau sekitar jam 2 dini hari. Pada saat inilah bayi akan mengalami titik suhu terendah yang berada dibawah angka 36° celcius. Namun, ketika si kecil sudah bangun pagi suhu tubuh normal bayi akan berangsur naik menjadi sekitar 36,1° celcius.

2. Suhu Bayi Berbeda Pada Setiap Bagian Tubuh

Akan ada suatu perbedaan ketika melakukan pengukuran suhu pada tubuh bayi. Suhu badan normal bayi pada bagian mulut memiliki kisaran suhu 35,8°C – 37,5°C. Pada bagian dubur bayi, suhu yang ada bekisar 36,6°C hingga 38°C. Di bagian ketiak suhu normal bayi pada kisaran 36,5°C sampai 37,3°C. Terakhir, pada bagian telinga suhu normal yang ada pada bayi berkisar 35,8°C sampai 38°C. Sehingga, secara umum suhu bayi masih dapat dikatakan normal pada 35°C-38°C.

3. Suhu Tubuh Bisa Berubah Tergantung Keadaan Sekitar

Fakta lainnya yang harus bunda ketahui adalah, suhu pada bayi dapat terus berubah-ubah. Hal ini dapat bergantung dari waktu pengukuran suhu, metode pengecekan, dan juga alat cek yang digunakan. Namun, yang dapat mempengaruhi naik turunnya suhu si kecil adalah suhu udara. Dalam cuaca yang panas, suhu tubuh si kecil juga akan meningkat. Begitu pula pada saat dingin, suhu si tubuh si kecil akan lebih rendah. Suhu juga akan meningkat ketika bayi mulai melakukan aktivitas.

Perbedaan yang sering terjadi pada suhu tubuh bayi, memang seringkali membuat sebagian orang tua panik. Orang tua khawatir jika si kecil akan mengalami demam, terlebih saat menemukan suhu bayi memiliki perbedaan di tiap bagian. Untuk itu, sebagai bunda siaga, ada baiknya anda mengetahui dengan detail ukuran suhu normal pada bayi. Sehingga, anda bisa menentukan langkah yang siaga dan tepat ketika suhu bayi terlalu rendah ataupun terlalu tinggi.

 

 

Vitamin Bisa Sembuhkan Anak Telat Bicara, Mitos Atau Fakta?

Saat ini, vitamin untuk anak telat bicara banyak dijual dipasaran. Bahkan, dokter biasanya meresepkan vitamin saat anak Anda di diagnosis mengidap telat bicara. Lantas, mitos ataukah fakta jika anak telat bicara bisa sembuh dengan vitamin?

Speech delay atau telat bicara sangat rentan menyerang balita. Tidak heran, tipe keterlambatan ini seringkali menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua.

Keterlambatan bicara pada anak ternyata bisa disebabkan oleh banyak faktor. Seperti  kelainan pada otak dan kurangnya stimulasi dalam pola asuh anak.

Ternyata, sejauh ini belum ada obat untuk menyembuhkan anak telat bicara. Nah, terkait dengan vitamin yang diberikan dokter, fungsinya adalah untuk membantu mengoptimalkan kemampuan otak anak. Serta, memperbaiki kesehatan anak secara umum saja.

Dan satu-satunya cara ampuh untuk mengatasi telat bicara pada anak adalah terapi. Salah satunya, terapi wicara. Jadi, tidak ada vitamin yang bisa mempercepat kemampuan bicara anak. Atau hanyalah mitos belaka.

Itulah ulasan tentang vitamin untuk anak telat bicara, ternyata hanya sekedar mitos. Karena selama ini belum ada fakta pendukung bahwa vitamin bisa mempercepat atau menyembuhkan anak telat bicara.

Penyebab bayi tidak pipis semalaman

Bayi yang sehat tentunya bayi yang teratur pipis dan BAB, karena otomatis ASI yang masuk ke dalam tubuh akan dikeluarkan lagi oleh bayi dalam bentuk BAB maupun pipis. Jika bayi tidak BAB maupun pipis berarti ada yang salah terhadap bayi tersebut.

Kali ini kami akan membahas tentang bayi yang tidak pipis semalaman, apakah hal tersebut wajar atau tidak? Lantas apa penyebab bayi tidak pipis semalaman? Jika terjadi demikian, bagaimana cara mengatasinya? Jangan bingung dulu ya, berikut akan kami bahas beberapa penyebab bayi tidak pipis semalaman yang perlu anda ketahui.

Kurang asupan cairan

Asupan utama bayi adalah cairan ASI, karena bayi belum bisa mencerna makanan apapun selain ASI. Selain sebagai asupan gizi, ASI juga merupakan asupan cairan bagi tubuh bayi.

Sehingga agar bayi teratur pipis baik pada siang maupun malam hari maka anda harus memberinya cukup cairan dengan memberikan ASI sesuai kebutuhannya. Karena kekurangan cairan merupakan penyebab utama bayi tidak pipis secara teratur.

Diare, muntah dan demam

Ketika bayi terkena diare, muntah dan demam otomatis cairan yang ada di dalam tubuh terkuras karena sudah terbuang melalui diare dan muntah sehingga ketika bayi sedang diare, muntah dan demam maka harus segera diatasi dengan cara di bawa ke dokter untuk penanganan yang lebih lanjut.

Karena jika tidak ditangani dengan benar dapat menyebabkan bayi menjadi dehidrasi dan berbahaya bagi kesehatan bayi tentunya.

Terlalu banyak berkeringat

Ketika bayi terlalu banyak berkeringat maka bayi banyak mengeluarkan cairan melalui keringat tersebut, sehingga biasanya jika bayi banyak mengeluarkan keringat maka cenderung frekuensi buang air kecil atau pipis akan menurun dan menyebabkan pipisnya tidak teratur bahkan bisa tidak pipis semalaman.

Oleh karena itu, usahakan untuk membuat bayi selalu nyaman dan tidak kepanasan agar tidak terlalu banyak mengeluarkan keringat. Namun jangan khawatir, karena bayi banyak mengeluarkan keringat merupakan hal yang wajar dan tidak berbahaya bagi bayi.

 

Tahapan Perkembangan Organ Tubuh Bayi Setelah Lahir

Kelahiran bayi menjadi nikmat yang selalu dinantikan oleh setiap orang tua. Dimana pasangan suami istri saling menyemangati untuk menjaga buah hati. Keduanya sering berkonultasi menenai banyak hal guna menunjang tumbuh kembang si kecil. Bahkan penjagaan yang diberikan dimulai sejak awal kehamilan. Bagaimana seorang ibu akan mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi agar jabang bayi mendapat asupan yang menyehatkannya. Secara langsung asupan tersebut yang nantinya berguna untuk meningkatkan proses perkembangan organ si kecil. Setelah waktunya tepat bayi akan lahir ke dunia. Sampai disini orang tua kembali diwajibkan untuk melakukan penjagaan ketat terhadapnya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan organ si kecil berjalan secara sempurna. Para ahli sendiri membagi tumbuh kembang organ bayi pada beberapa bagian.

Pertama , perkembangan penglihatan. Pada dasarnya, sistem penglihatan pada bayi sudah dimulai sejak dalam kandunga. Namun, saat bayi lahir dia masih membutuhkan waktu untuk mengenali lingkungan sekitar. Nah, untuk membentuk sraf penglihatan secara maksimal. Beberapa penelitian menyebut bahwa ASI memiliki peran besar didalamnya. Bahkan disebutkan ibu yang menatap anak saat menyusui akan berdampak positif pada saraf penglihatan si kecil. Sampai disini, tidak heran jika anak lebih mudah mengenali orang tua dari pada anggota keluarga lain. Kedua, perkembangan sistem pendengaran. Bagian kedua ini sebenarnya telah terbentuk sempurna sejak bayi baru lahir. Berbagai sumber menjelaskan jika pendengaran bayi lebih peka dibandingkan penglihatannya. Tetapi, sebagai bentuk penyempurnaan si kecil akan terus meningkatkan pemampuan pendengaran. Sampai pada titik ia mampu memberikan respon terhadap ragam suara yang bermunculan.

Ketiga, perkembangan pada sistem pencernaan. Organ tubuh ini menjadi bagian yang cukup kompleks. Kondisi itu yang mengharuskan orang tua bersikap selektif terhadap nutrisi yang dikonsumsi anak. Jangan sampai karena terlalu bersemangat melihat si kecil tumbuh besar.Anda tergiur dengan produk yang sebenarnya tidak perlu diberikan pada anak. Ingat, pencernaan pada bayi masih sangat rentan. Oleh sebab itu, ada baiknya jika Anda melakukan konsultasi pada pihak profesional untuk memperoleh solusi terbaik dalam memilih asupan untuk bayi.

Beberapa Sebab Bayi Menendang Kandung Kemih

Proses terjadi kehamilan adalah salah satu hal ajaib yang terjadi di dalam tubuh manusia khususnya para perempuan. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya banyak hal luar biasa yang ada di dalam rahim yang menjadi pusat dari proses kehamilan itu dari awal sampai nanti bayi bisa lahir ke dunia usai masa kehamilan selama 40 minggu.

Saat bayi di dalam rahim ibu terus membesar pasti akan bergerak dan juga menendang perut ibu. Aktivitas gerakan dari janin ini bisa dirasakan ibu hamil ketika menginjak kehamilan di semester kedua ini merupakan suatu hal yang normal. Bayi bisa saja menendang ke arah mana saja salah satu bisa saja tendangan bayi mengarah pada kandung kemih ibu. Penyebab bayi menendang kandung kemih ini nyatanya ada beberapa hal dan akan dijelaskan di bawah ini.

Penyebab bayi menendang kandung kemih

  1.       Bayi bergerak

Penyebab utamanya yaitu gerakan bayi yang wajar terjadi. Bayi bisa melakukan gerakan di kandung kemih ibu sebanyak 15 hingga 12 kali setiap harinya. Gerakan atau tendangan tersebut yang bisa mengenai kandung kemih bisa membuat ibu hamil sering kali buat air kecil.

  1.       Posisi bayi

Penyebab lainnya yaitu posisi bayi tidak sengaja di bagian kakinya berada tepat di atas kandung kemih ibu hamil. Tendangan pada kandung kemih ini akan kerap terjadi bila posisi bayi yang kurang pas dan tidak banyak menandakan keadaan tertentu pada bayi. Hingga saat ini penyebab bayi bisa menendang kandung kemih dengan tepat masih belum diketahui dan satu hal yang kebetulan adalah posisinya dan bentuk gerakan bayi yang memang acak.

 

Bayi yang bergerak dengan aktif di dalam rahim ibu juga disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut:

  1.       Pengaruh makanan

Bayi yang ada di dalam kandungan bisa bergerak karena dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi ibu hamil. Keadaan ini dapat terlihat dari gerakan bayi yang lebih terasa ketika ibu hamil makan makanan tertentu. Tendangan bayi usai makan ini adalah keadaan yang biasa terjadi dan memang menjadi momen yang bisa dirasakan oleh ibu ketika hamil.

  1.       Suara dari luar

Bayi juga bisa melakukan tendangan karena ada pengaruh yang terjadi diluar tubuh ibu hamil. Salah satunya yaitu suara keras yang didengar oleh bayi. Gerakan yang dibuat bayi ini juga tidak spesifik.

 

 Manfaat buncis untuk bayi

Jika bunda bingung pilih menu makanan pendamping ASI untuk si kecil, ada beberapa alternatif yang bisa dicoba. Tentunya, MPASI harus memenuhi kebutuhan bayi. Biasanya, di usia lebih dari 6 bulan, bayi sudah mulai dikenalkan dengan MPASI.

Bunda bisa mencoba memberi menu dari buncis untuk sang bayi. Kenapa buncis? Sebab, banyak manfaat buncis untuk bayi.

Mengandung Vitamin

Pada Sayuran keluarga kacang kacangan ini terdapat banyak gizi yang diperlukan. Seperti vitamin A, vitamin B1, B2, B3, B6, dan B11. buncis juga mengandung  kadar abu, Mangaan, Molibdenum, Magnesium, Potasium,Karbohidrat, serat,  vitamin C, lemak, protein, zat besi, Fosfor, Kalsium, Tembaga, dan masih banyak lagi.

Serat Tinggi

Sebagai keluarga kacang kacangan yang diketahui serat tinggi, buncis juga demikian. Ini bagus untuk saluran pencernaan bayi. Berikan menu buncis sebagai MPASI, sehingga saluran pencernaan bayi lebih sehat, karena bebas dari racun dan usus bayi lebih terjaga.

Membantu Perkembangan Otak Bayi

Konsumsi buncis juga bagus untuk tingkatkan perkembangan otak bayi. Sebab, mengandung vitamin c, protein, potasium, zat besi, magnesium, mangan hingga fosfor yang memang dibutuhkan tubuh si kecil dalam membantu peningkatan perkembangan otaknya.

Meningkatkan Imunitas

Manfaat lainya, buncis dapat membantu meningkatkan imunitas tubuh bayi. Tentu saja, ini karena buncis mengandung vitamin c. Vitamin c dapat perbaiki sistem kekebalan tubuh, sehingga bayi tak gampang sakit dan terhindar dari berbagai penyakit.

Baik Untuk Mata

Vitamin lainya pada buncis adalah vitamin A yang bermanfaat untuk kesehatan mata bayi. Vitamin K didalamnya berguna untuk pengerasan tulang jadi lebih kuat karena dapat ikat kalsium. Tulang akan terjaga pertumbuhanya, sehingga pertumbuhan tubuh si kecil juga lebih maksimal. Vitamin K juga berguna untuk bantu kinerja zat zat pembekuan darah.

Sebenarnya masih banyak manfaat buncis lainya bagi bayi. Karena banyaknya manfaat ini, maka bunda bisa pertimbangkan untuk memberikan si kecil menu dari buncis. Tentu saja akan bermanfaat untuk perkembangannya. Asalkan, dengan memberinya dengan porsi yang tepat. Karena apa saja yang berlebihan hasilnya tak bagus.

Untuk mengolahnya pun tak sulit. Bisa direbus, atau dijadikan sop sebagai makanan pendamping ASI. semoga informasi ini bermanfaat.