Tag Archives: Haji

Hukum Haji Bagi yang Tidak Mampu

Haji merupakan salah satu ibadah yang ingin dijalankan bagi umat manusia. Namun, tahukah kamu bagaimana hukum haji bagi yang tidak mampu? Apalagi Biaya Haji Plus yang tambah tahun semakin mahal, apakah yang tidak mampu diperbolehkan tidak melaksanakan ibadah haji atau bagaimana? Untuk itu, artikel ini akan membahas mengenai hukum tersebut.

Inilah Hukum Haji Untuk yang Tidak Mampu

Pada dasarnya hukum haji bagi yang tidak mampu sudah dijelaskan dengan jelas dalam umat Islam. Untuk itu, kamu tidak perlu lagi bingung mengenai hukum tersebut. Pasalnya, haji sendiri memang bisa dilaksanakan untuk kamu yang sudah mampu melaksanakannya.

Pengertian haji

Kata haji berasal dari kata hajja yang dalam bahasa Arab artinya bersengaja/berziarah. Haji sendiri menurut istilah merupakan sebuah kegiatan yang dengan sengaja hadir mendatangi ka’bah. Di dalam ibadah haji sendiri ada sejumlah rukun haji yang wajib untuk dilakukan.

Di dalam Al-Qur’an sendiri sudah banyak ayat yang memerintahkan untuk pergi berhaji. Salah satu surat yang menerangkan terkait haji ini adalah Surat Ali Imran ayat 97. Di dalamnya Allah SWT menegaskan setiap manusia diharuskan membuat perjalanan haji.

Kewajiban berhaji

Jika menilik ayat di atas, ibadah haji hukumnya fardu ‘ain yang maksudnya diwajibkan bagi pemeluk agama Islam. Namun, kewajiban tersebut tidak pukul rata begitu saja. Kewajiban tersebut diwajibkan bagi hambanya yang sudah mampu melaksanakan perjalanan haji.

Beberapa kriteria yang dimaksud mampu antara lain:

  1. Sehat secara fisik

Dalam poin ini sangat jelas bahwa ibadah haji diperuntukkan untuk orang yang mampu secara fisik. Namun, persyaratan ini juga bisa digantikan melalui badal haji. Bahkan ibadah haji bisa diwakilkan untuk orang yang sudah meninggal.

  1. Memungkinkan secara transportasi

Allah SWT sendiri tidak memberatkan hambanya saat melaksanakan ibadah. Untuk itu, ibadah haji ini bisa dilakukan jika ada transportasi penunjangnya. Contohnya, jemaah haji dari Indonesia bisa berangkat berhaji menggunakan pesawat ke Arab Saudi.

  1. Keamanan terjamin

Salah satu poin yang penting dilakukan adalah keamanan. Aspek keamanan sendiri meliputi keamanan saat perjalanan hingga keamanan saat mempersiapkan keberangkatan. Untuk itu, jika semua ternyata aman maka segeralah menunaikan ibadah haji.

  1. Finansial terjamin

Perimbangan lain yang harus dipenuhi adalah finansial yang terjamin. Jika ternyata aspek finansial tidak memungkinkan, maka tidak ada kewajiban manusia untuk melaksanakan ibadah haji. Aspek ini juga memastikan keluarga di rumah tetap bisa hidup aman.

  1. Muhrim bagi perempuan

Untuk jemaah haji perempuan, terutama yang sudah berumur haruslah dibantu oleh muhrimnya. Muhrim yang dimaksud meliputi suami atau keluarganya. Tentunya hal ini dimaksudkan agar ibadah haji lebih aman dan nyaman hingga kembali ke rumah.

Hukum melaksanakan ibadah haji

Beberapa poin di atas tentunya sudah memberikan gambaran yang jelas mengenai kewajiban haji. Jika seluruh poin di atas bisa terpenuhi, artinya kewajiban haji mutlak harus dilakukan. Bahkan kewajiban ini menjadi hutang jika tidak dilakukan hingga saatnya meninggal dunia.

Meski pun begitu, apa bila beberapa syarat di atas sangat berat dan tidak memungkinkan dilakukan, maka kewajiban haji tidak ditanggung orang tersebut. Namun, hal ini harusnya menjadi motivasi agar setiap orang berusaha menyempurnakan diri untuk berangkat haji.

Ibadah haji sendiri bukanlah sebuah aktivitas yang ringan. Bahkan sebelum berangkat berhaji diperlukan program pelatihan manasik haji agar aktivitas ibadahnya bisa lebih sempurna. Untuk itu, jika tidak memungkinkan maka tidak ada kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji.

Untuk itu, kamu tidak perlu bingung lagi. Jika memang tidak mampu melaksanakan ibadah haji, maka kamu tidak mendapatkan kewajiban berhaji. Namun, hal ini bukan berarti kamu bersantai dan tidak termotivasi untuk melaksanakan ibadah haji tersebut.

Hukum tidak berhaji padahal mampu

Jika sebelumnya kamu sudah mengetahui hukum haji bagi yang tidak mampu, kali ini kita akan membahas hukumnya jika tidak berhaji padahal mampu. Hal ini perlu kamu perhatikan agar tidak menyepelekan dan bisa lebih memotivasi untuk berangkat beribadah haji.

Pada dasarnya apa yang Allah SWT perintahkan merupakan sebuah kebaikan. Sementara itu, hal yang dilarang merupakan hal buruk yang wajib kita jauhi. Untuk hal yang dimaklumi berarti merupakan bentuk ampunan dari Allah SWT mengingat ada hal yang harus ditoleransi.

Ibadah haji merupakan sebuah kewajiban dari Allah SWT bagi orang uang sudah mampu. Pasalnya, ibadah haji merupakan bagian dari rukun Islam yang harus dipenuhi untuk menyempurnakan ibadah setiap orang.

Mengenai hukum tidak berhaji dengan sengaja berarti sama saja dengan mengingkari perintah Allah SWT. Untuk itu, sudah sepantasnya sebagai hamba Allah SWT yang baik untuk melaksanakan perintahnya dan menjauhi segala larangannya.

Kesimpulan

Pelaksanaan ibadah haji hanya diwajibkan satu kali. Untuk itu, sudah sepantasnya kita meluangkan waktu dan tenaga untuk berangkat berhaji. Belum tentu kita bisa hidup dalam waktu yang lama di dunai ini.

Jika memang tidak mampu maka hukumnya tidak wajib. Namun, jika sebenarnya mampu beribadah haji tetapi mengingkari maka hukumnya sama saja berhutang dan harus dibayar meski sudah meninggal dunia.

Demikianlah artikel singkat, padat, dan jelas mengenai hukum haji bagi yang tidak mampu. Semoga artikel ini bisa membantumu memahami mengenai kewajiban haji.

Mau Daftar Haji Furoda? Perhatikan 3 Poin Penting Ini!

Sekarang ini, semakin banyak yang ingin daftar haji furoda. Mereka sudah tahu berapa biaya yang harus mereka siapkan. Selain itu, mereka juga ingin sekali segera naik haji.

Tentu bukan hal yang salah jika Anda memilih haji reguler. Akan tetapi, Anda harus mau sedikit bersabar. Karena antriannya semakin panjang. Padahal, kuota haji untuk Indonesia setiap tahunnya terus ditambah. Namun, antriannya tetap panjang. Jika Anda daftar haji reguler sekarang, maka kemungkinan besar keberangkatan Anda 20 tahun yang akan datang.

Jika Anda ingin lebih cepat, ada dua opsi. Yang pertama daftar haji plus. Anda hanya perlu menunggu 3 sampai 5 tahun saja. Opsi yang kedua, ambil haji furoda 2021 2022. Sekarang Anda bisa daftar dan tahun depan InsyaAllah Anda akan berangkat ke tanah suci.

Ini bukan penipuan. Ini memang benar. Haji furoda itu haji yang resmi dari Departemen Agama atau Depag. Hanya saja, penyelenggaranya bukan Depag melainkan biro perjalanan haji.

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika ingin daftar haji furoda ini. Selain biaya yang harus Anda siapkan, ada beberapa hal yang patut untuk Anda pertimbangkan.

3 Hal yang Harus Dipertimbangkan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bukan Depag yang menjadi pelaksana haji furoda ini, melainkan biro perjalanan haji. Namun, jangan asal memilih biro ya.

Seperti yang Anda ketahui, banyak sekali calon jamaah haji yang tertipu dengan biro perjalanan haji abal-abal. Mereka menawarkan pelayanan yang prima. Mereka juga mengatakan punya kuota jamaah haji furoda. Namun, pada hari keberangkatan, justru calon jamaah harus menelan kekecewaan. Mereka harus pulang ke rumah. Mereka gagal naik haji.

Agar Anda tidak mengalami hal buruk seperti itu, setidaknya ada tiga hal yang harus Anda pertimbangkan.

  1. Biro Perjalanan Haji Furoda Harus Resmi

Pertama-tama, Anda harus memilih biro perjalanan haji yang resmi. Bagaimana caranya? Mudah sekali. Cek saja di Google dengan kata kunci biro perjalanan haji furoda. Maka akan muncul beberapa nama biro perjalanan haji yang bisa memberangkatkan Anda untuk haji furoda.

Setelah Anda mendapatkan list beberapa nama biro perjalanan haji foruda, selanjutnya cek di website Kemenag apakah mereka resmi atau tidak. Jika Anda kurang yakin, Anda bisa datang ke Depag kota di mana Anda tinggal. Lalu tanyakan list biro perjalanan resmi yang bisa memberangkatkan jamaah haji furoda.

  1. Perhatikan Track Record­-nya

Mungkin pada tahap ini, Anda memiliki beberapa calon nama biro perjalanan haji yang akan Anda pilih. Jangan buru-buru. Setelah Anda punya daftar biro yang resmi, sekarang cari tahu track record-nya. Pasalnya, ini adalah bisnis. Cari tahu testimoni dari jamaah sebelumnya mengenai pelayanan yang diberikan oleh masing-masing biro. Cari yang paling banyak mendapatkan feedback yang positif.

Secara umum, nama biro yang terkena biasanya mampu memberikan pelayanan yang terbaik. Pasalnya, mereka tidak ingin merusak nama mereka dengan melakukan sekecil apapun kesalahan.

  1. Biaya Haji Furoda

Pilihan Anda akan semakin mengkerucut pada tiga atau bahkan tiga biro perjalanan haji furoda. Selanjutnya, Anda bisa hubungi pihak biro dan tanyakan berapa biaya haji furoda 2021 2022. Setelah itu, Anda bisa bandingkan dengan layanan yang diberikan. Silakan biro mana yang akan Anda pilih, semuanya ada di tangan Anda.

Itulah tiga penting yang harus Anda pertimbangkan ketika ingin daftar haji furoda. Jadi, sudah siap untuk melakukan pendaftaran.

Proses Pendaftaran Haji yang Harus Anda Lakukan

Setelah Anda yakin pada satu biro perjalanan, langkah selanjutnya adalah melengkapi pendaftaran. Segera lakukan pendaftaran agar biro perjalanan bisa segera mengajukan visa haji furoda.

Pengajuan visa haji furoda butuh waktu. Harus ada persetujuan dari Kerajaan Arab Saudi. Untuk itu, segera daftar dan pastikan berkas-berkas yang diperlukan sudah Anda lengkapi.

Anda akan diminta untuk membayar uang setoran pertama. Dalam hal ini, uang setoran bervariasi tergantung biro yang Anda pilih. Rata-rata, biaya yang harus Anda setorkan di awal saat pendaftaran $17,500. Tinggal Anda kalikan dengan kurs rupiah terhadap dollar saat ini.

Setelah itu, Anda tinggal tunggu kabar. Ketika visa sudah disetujui, maka Anda harus bersiap-siap. Anda akan melakukan manasik haji yang diselenggarakan biro perjalanan haji yang Anda pilih. Setelah itu, Anda akan diminta melakukan pelunasan. Dan tahun depan, cita-cita Anda untuk ke Tanah Suci melakukan ibadah haji akan terwujud.

Dana Talangan Haji

Jarak yang cukup jauh dari Tanah Suci Makkah membuat jamaah haji yang berasal dari Indonesia harus menyiapkan lebih banyak biaya untuk melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Bagi orang-orang dengan kondisi perekonomian yang pas-pasan, mengumpulkan dan menyimpan uang untuk memenuhi biaya haji memang membutuhkan banyak usaha.

Usaha yang dibutuhkan bahkan lebih banyak lagi apabila proses mengumpulkan dan menyimpan tabungan untuk haji dilakukan sendiri tanpa bantuan dari pihak bank. Namun, bank telah menghadirkan tabungan haji untuk mempermudah orang-orang yang ingin berangkat haji dalam mengumpulkan dana untuk melakukan ibadah haji.

Selain tabungan haji, ada istilah lain yang disebut dana talangan haji, yaitu program yang diadakan bank dengan cara memberikan dana talangan sementara agar calon jamaah haji dapat berangkat haji tanpa melalui proses menabung yang terlalu lama. Sistem pembayarannya dilakukan setiap bulan seperti halnya sistem kredit atau utang lainnya.

Program dana talangan untuk haji ini selain dapat memberikan keuntungan kepada calon jamaah haji, juga dapat memberikan kerugian. Keuntungan yang dapat diperoleh oleh calon jamaah yang mengambil program dana talangan di bank syariah adalah keberangkatan bisa dilakukan dalam waktu yang lebih cepat.

Hal ini memungkinkan karena sistem pada program dana talangan syariah hanya perlu membayar uang muka terlebih dahulu sehingga calon jamaah haji tidak memerlukan waktu terlalu lama untuk menabung.

Selain keuntungannya, program ini juga memiliki kerugian yaitu hukuman yang akan diberikan. Program dana talangan untuk haji ini ditentang oleh Majelis Ulama Indonesia atau MUI karena pada dasarnya program ini seperti memberikan hutang kepada masyarakat untuk berangkat haji. Padahal haji hanya diwajibkan bagi yang mampu.

Pertimbangan sebelum Mengambil Dana Talangan

Selain mempertimbangkan keuntungan dan kerugian yang dapat diperoleh dari dana talangan haji, Anda juga harus mempertimbangkan beberapa hal lain seputar ibadah haji sebagai berikut.

  1. Kuota haji

Walaupun mengikuti program dana talangan dapat mempercepat waktu berangkat haji, namun tetap saja setiap negara telah ditentukan kuota hajinya oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui kerjasama dengan pemerintah setiap negara yang memiliki penduduk beragama Islam.

Kuota haji yang diberikan kepada Indonesia memang cukup banyak karena status Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Namun, tetap saja permintaan haji yang semakin tinggi membuat daftar antrean haji tetap panjang hingga bertahun-tahun lamanya.

  1. Tasreh

Dana talangan memang dapat membuat calon jamaah haji dapat berangkat haji lebih cepat karena sebagian biaya haji ditanggung sementara oleh pihak bank. Namun, untuk melakukan ibadah haji, biaya yang dibutuhkan tidak terbatas pada biaya perjalanan saja, tetapi juga biaya penginapan serta biaya hidup selama di Tanah Suci. selain itu, ada juga tasreh.

Tasreh adalah surat izin atau visa yang diterbitkan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk para jamaah haji agar bisa melakukan ibadah di tanah suci. Dengan kata lain, tetap saja Anda akan membutuhkan banyak biaya tambahan selama beribadah di Tanah Suci walaupun telah mengikuti program dana talangan.

  1. Nomor porsi dan daftar tunggu

Nomor porsi adalah suatu nomor yang diterbitkan oleh Kementerian Agama atau Kemenag saat calon jamaah telah sampai dari  antrean ke deretan keberangkatan. Nomor porsi ini dapat dilihat pada kantor Kemenag. Saat ini, nomor porsi dapat digunakan untuk masuk ke aplikasi yang memberikan info serta jadwal seputar haji di tahun tersebut.

Nomor porsi ini memuat data calon jamaah haji secara detail dan tidak dapat diwakilkan oleh orang lain. Konsekuensi dari mengikuti program dana talangan salah satunya berkaitan erat dengan nomor porsi ini. Calon jamaah haji yang memenuhi persyaratan akan mendapatkan nomor porsi. Namun, jika calon jamaah belum memenuhi syarat maka akan masuk daftar tunggu atau waiting list.

Kondisi yang dapat menyebabkan calon jamaah memasuki daftar tunggu di antaranya kehamilan, kondisi kesehatan yang kurang baik, kuota penuh atau pembayaran yang belum lunas. Calon jamaah yang masuk daftar tunggu umumnya akan berangkat satu tahun kemudian setelah periode tersebut.

  1. Haji ONH Reguler dan ONH Plus

Program haji secara umum dikeompokkan menjadi dua yaitu ONH Reguler dan ONH Plus. Kedua program tersebut memberikan fasilitas yang berbeda dengan harga yang berbeda pula. Program ONH Reguler biayanya lebih murah jika dibandingkan dengan ONH Plus.

Namun, keuntungannya adalah ONH Plus memiliki masa tunggu yang lebih singkat dari program ONH Reguler. Program ONH Plus juga lebih diprioritaskan dengan berbagai fasilitas yang lebih terjamin.

Info terkait haji dapat diperoleh salah satunya di Pemberitahuan.com. Situs Pemberitahuan.com ini tak hanya memberikan informasi seputar calon jamaah haji tetapi juga informasi penting lainnya.